Madrid, Gontornews — Pemerintah Spanyol, Senin (15/3/2021), menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca selama 14 hari ke depan. Pemerintah khawatir dengan perkembangan dugaan efek samping penggunaan vaksin AstraZeneca, penggumpalan darah dan Trombo Emboli, yang terjadi di beberapa negara.
Sebelum Spanyol, negara-negara seperti Prancis, Jerman, Italia, Denmark, Norwegia menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca tersebut terkait dengan masuknya laporan kasus pembekuan darah kepada beberapa pasien penerima vaksin.
“Kami mengambil keputusan hari ini untuk kepentingan kehati-hatian,” kata Menteri Kesehatan Spanyol, Carolina Dias, kepada pers.
“Kasus yang jarang terjadi yang sangat sedikit tetapi sangat signifikan dan telah mendorong Spanyol untuk bergabung dengan negara lain yang telah memilih penangguhan ini dalam rangka pencegahan,” sambungnya kepada Reuters.
Sejauh ini, Spanyol telah mendapatkan 6,7 juta dosis vaksin Covid-19 dengan 930.000 dosis buatan AstraZeneca.
Pemerintah telah meluncurkan program vaksinasi bagi para pekerja garis depan dan warga lanjut usia (lansia). Mereka juga menginokulasi penghuni dan staf panti jompo.
Sejak awal kampanye, program vaksinasi Covid-19 telah memperlambat akses penularan. Pada dua pekan terakhir, Spanyol ‘hanya’ melaporkan rata-rata 129 kasus per 100.000 orang dalam dua pekan terakhir. Angka rerata ini sekaligus menjadi yang terendah sejak Agustus 2020 silam.
Sejak Jumat, Spanyol melaporkan tambahan 11.358 kasus Covid-19 sehingga menjadi 3,19 juta kasus. Sementara angka kematian bertambah 166 kasus dan menjadikan total angka kematian Covid-19 di Spanyol mencapai 72.424 kasus. [Mohamad Deny Irawan]





















