Bangkok, Gontornews — Serangan udara yang dilancarkan militer Myanmar, Selasa (30/3/2021), ke wilayah etnis Karen membuat ribuan warga Myanmar mengungsi ke Thailand. Kementerian Thailand mencatat sekitar 3000 warga Myanmar mengungsi ke wilyah perbatasan Thailand-Myanmar, Mae-Hong-Son.
Akibatnya, penduduk desa di sepanjang pegunungan perbatasan Myanmar-Thailand takut dan melarikan diri. Beberapa warga bahkan terpaksa untuk melarikan diri untuk kedua atau ketiga kalinya dalam hidup.
Sebut saja warga di Mae Sam Laep yang mendengar baku tembak yang bergema melalui perbukitan sepanjang pekan ini. Aksi baku tembak ini terjadi antara pasukan Karen dengan pasukan militer Myanmar di Sungai Salween.
Media Thailand melaporkan pasukan etnis bersenjatan Karen National Union (KNU) memutus rute pasokan bagi pasukan militer Tatmadaw di atas sungai tersebut.
Wilayah lain yang terdampak serangan militer yaitu desa Huay Pu Kang. Wilayah tersebut merupakan tempat tinggal bagi 450 warga etnis Kayan Myanmar. Sejak pandemi, desa tersebut kehilangan sumber pendapatannya menyusul hancurnya sektor pariwisata.
Kepala Desa Huay Pu Kang, Ku Nong, mengatakan ia khawatir dengan kondisi tersebut. Ku Nong mengatakan banyak warganya melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.
“Saya pikir kali ini akan lebih banyak kematian,” kata Ku Nong kepada Reuters.
“Tapi kita pasti akan mendapatkan demokrasi,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















