Ankara, Gontornews — Turki pada 4 April menyatakan keprihatinannya atas penangkapan terhadap mantan kepala Pengadilan Kerajaan Yordania serta mantan pejabat lainnya karena “alasan keamanan”.
“Kami tidak melihat stabilitas dan ketenangan Yordania, sebuah negara yang merupakan kunci perdamaian di Timur Tengah, terpisah dari stabilitas dan ketenangan Turki,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan dikutip Hurriyetdailynews.com.
Mengingat Yordania merupakan negara kunci untuk perdamaian di Timur Tengah, kementerian mengatakan stabilitas dan perdamaian di negara itu sama pentingnya dengan Turki.
“Dalam kerangka ini, kami menyatakan dukungan kuat kami untuk Raja Abdullah II dan pemerintah Yordania, serta untuk ketenangan, kesejahteraan dan kesejahteraan rakyat Yordania yang bersahabat dan bersaudara,” katanya.
Saudara tiri Raja Yordania Abdullah dan mantan Putra Mahkota Hamza bin Hussein diperintahkan untuk menghentikan tindakan yang digunakan untuk menganggu “keamanan dan stabilitas” negara itu, kata militer pada 3 April.
Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita negara, dikatakan tindakan itu adalah bagian dari penyelidikan keamanan yang lebih luas di mana mantan menteri, anggota keluarga kerajaan dan beberapa individu tak dikenal lainnya ditahan. []




















