Jeddah, Gontornews — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi telah membantah klaim di media sosial bahwa orang yang menunggu vaksin dosis kedua tidak akan menerimanya karena kekhawatiran tentang efek samping vaksin.
Di akun Twitter-nya kementerian meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada alasan untuk khawatir terhadap efek samping vaksin.
Kementerian menyebutkan, penundaan vaksin kedua itu karena kurangnya pasokan vaksin, dan agar sebanyak mungkin anggota masyarakat dapat memanfaatkan (dosis yang tersedia) untuk mencapai kekebalan. “Kuantitas (vaksin) akan disediakan dan dijadwalkan ulang untuk dosis kedua,” paparnya.
Pada 10 April, kementerian mengumumkan penundaan semua janji bagi mereka yang menunggu dosis kedua vaksin COVID-19. Penjadwalan ulang akan diumumkan segera setelah vaksin tersedia.
Jurubicara Kementerian Kesehatan Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan, mereka yang berusia di atas 75 tahun akan dibebaskan dari aturan ini dan akan diberikan dosis kedua yang dijadwalkan tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu.
Untuk hari kedua berturut-turut, jumlah kasus harian turun di bawah 1.000 kasus. Sebanyak 953 kasus baru COVID-19 tercatat di Kerajaan pada hari Senin, yang berarti 420.301 orang di Arab Saudi sekarang telah tertular penyakit tersebut.
Sebanyak 1.038 pemulihan baru diumumkan, sehingga jumlah total menjadi 403.702. Tingkat pemulihan di Arab Saudi saat ini stabil di angka 96 persen.
Karena peningkatan pemulihan, jumlah kasus aktif menurun menjadi 9.607 tetapi kasus kritis tetap tinggi karena ada delapan pasien baru dirawat di ICU, meningkatkan jumlah total menjadi 1.359. Sebanyak 13 kematian baru telah dilaporkan, meningkatkan jumlah kematian di negara itu menjadi 6.992. []



















