Jeddah, Gontornews — Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menuduh Israel melakukan pelanggaran mencolok terhadap Palestina.
“Israel melakukan pelanggaran mencolok terhadap Palestina. Kami mengutuk pengambilalihan rumah-rumah Palestina di Yerusalem oleh Israel,” kata Pangeran Faisal dalam pidato pembukaannya pada pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
“Yerusalem Timur merupakan tanah Palestina yang kami tidak menerima kerugiannya,” paparnya dikutip Arabnews.com.
Pangeran Faisal juga meminta komunitas internasional untuk ikut bertanggung jawab atas pelanggaran Israel.
“Komunitas internasional harus segera turun tangan untuk mengakhiri praktik-praktik Israel,” kata Pangeran Faisal.
Sementara itu OKI mengutuk dengan tegas agresi brutal Israel terhadap rakyat Palestina.
Mereka menyerukan agar Israel segera menghentikan serangan terhadap warga sipil. “Israel melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.”
Organisasi itu mengatakan pihaknya menilai Israel bertanggung jawab penuh atas kemerosotan situasi yang disebabkan oleh kejahatan sistematisnya terhadap rakyat Palestina di seluruh Wilayah Palestina yang diduduki, khususnya, serangan militer barbar yang luas di Jalur Gaza.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi juga mengutuk apa yang dia sebut sebagai pelanggaran kesucian tempat suci Islam dan penggusuran “paksa” warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur.
Dia meminta komunitas internasional untuk melaksanakan tanggung jawabnya demi mengakhiri “eskalasi berbahaya” ini, dan segera menghentikan operasi militer Israel serta menghidupkan kembali negosiasi perdamaian berdasarkan solusi dua negara.
Para menteri Emirat dan Bahrain pada pertemuan virtual 57 anggota OKI menyerukan gencatan senjata dan menekankan pentingnya menjaga identitas Yerusalem, yang berisi situs-situs suci bagi Yahudi, Islam dan Kristen.[]





















