Ankara, Gontornews — Turki berjanji untuk mengambil langkah yang diperlukan bagi Palestina akibat serangan Israel.
“Saatnya menunjukkan persatuan dan tekad kita. Umat mengharapkan kepemimpinan dari kita. Turki siap untuk mengambil langkah yang diperlukan,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlüt Çavuşoğlu dalam pidatonya di pertemuan darurat komite eksekutif Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diadakan pada 16 Mei, dikutip Hurriyetdailynews.com.
Menuduh Israel bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Gaza, Çavuşoğlu menggambarkan operasi militer Israel sebagai “bagian dari pembersihan etnis, agama, dan budaya yang sistematis.”
Menlu Turki memperingatkan bahwa solusi dua negara secara fisik tidak mungkin dilakukan mengingat meningkatnya pemukiman ilegal Yahudi dan penghancuran daerah pemukiman Palestina.
Menurutnya, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah gagal membawa inisiatif untuk meredakan ketegangan. “Kita tidak bisa begitu saja membuat deklarasi dan pernyataan. Kita harus berbuat lebih banyak. Komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk melindungi warga sipil Palestina, dan OKI memiliki tanggung jawab yang besar dalam konteks ini,” tandasnya.
“Kita harus berusaha untuk membangun mekanisme perlindungan internasional demi melindungi warga sipil Palestina sesuai dengan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2018,” tambah Menlu Turki.
Mekanisme perlindungan ini dapat dibentuk dari kontribusi keuangan dan militer negara-negara yang mau membantu, katanya.
Ia menggarisbawahi peran Pengadilan Pidana Internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Mengkritik negara-negara yang mendukung agresi Israel, Çavuşoğlu berkata: “Tidak mengherankan bahwa orang yang sama dikenal karena kebijakan rasis dan anti-Islam. Sejarah akan menilai orang-orang ini. Tetapi jika kita tidak mau membantu keluarga kita sendiri, lalu bagaimana kita mengkritik orang lain? Siapa yang akan menganggap kami serius?”
Menurutnya, kebijakan sejumlah negara menormalkan hubungan dengan Israel juga mendorong serangan Israel terhadap Palestina. “Sikap kita harus jelas. Kita harus membela kemanusiaan dan keadilan.” []





















