Ramallah, Gontornews — Otoritas Palestina (PA) mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya telah menerima pengiriman 150.000 dosis vaksin Pfizer, di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di Tepi Barat yang diduduki.
Sebuah pernyataan Kementerian Kesehatan PA yang berbasis di Ramallah mengatakan bahwa dari 4 juta dosis yang dipesan dari perusahaan raksasa farmasi itu, sebanyak 1 juta telah diterima. Sisanya akan dikirim pada akhir tahun, tambahnya dikutip Arabnews.com.
Pada akhir bulan lalu, Menteri Kesehatan Mai Al-Kaila telah memperingatkan bahwa wilayah Palestina menghadapi gelombang keempat virus corona, dan mendesak orang untuk divaksinasi karena penyebaran varian delta yang lebih menular.
Pemerintah juga mengindikasikan bahwa pejabat yang tidak divaksinasi harus mengambil cuti tanpa dibayar sampai mereka divaksinasi.
Pada hari Kamis, pihak berwenang mengidentifikasi 199 infeksi baru di Tepi Barat, yang merupakan rumah bagi 2,8 juta warga Palestina. Pada bulan Juli, hanya beberapa lusin kasus per hari yang tercatat.
Sejauh ini ada 2.503 kematian akibat virus corona di Tepi Barat dari 200.838 kasus yang tercatat. Sedangkan di Jalur Gaza, 1.111 orang telah meninggal dari 117.985 kasus yang tercatat.
Pada hari Kamis PA mengirim 100.000 dosis ke Gaza. Sekitar setengahnya vaksin Sputnik Rusia, dan setengahnya lagi berasal dari Pfizer.
Dari 626.300 orang yang sejauh ini divaksinasi di Tepi Barat dan Gaza, 427.000 telah menerima kedua dosis tersebut. []



















