Washington, Gontornews — Militer AS, Jumat (27/8), mengatakan telah melakukan serangan pesawat tak berawak (drone) terhadap “perencana” Daesh-Khorasan, kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri mematikan di bandara Kabul, Afghanistan.
“Serangan drone terjadi di Provinsi Nangarhar Afghanistan. Indikasi awal kami membunuh target,” kata Kapten Bill Urban dari Komando Pusat dirilis Arabnews.com.
“Kami tahu tidak ada korban sipil,” tambahnya dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan serangan AS pertama yang dilaporkan sejak serangan itu.
Serangan itu, yang diluncurkan dari luar Afghanistan, terjadi saat evakuasi para pengungsi dari bandara Kabul berlanjut di bawah pengamanan yang sangat ketat setelah serangan hari Kamis.
Sedikitnya 78 orang tewas, termasuk 13 tentara AS, ketika seorang penyerang bunuh diri meledakkan bom di kerumunan padat di depan Gerbang Abbey bandara. Beberapa media melaporkan bahwa korban jiwa berjumlah hampir 200 orang.
Para pejabat AS mengatakan orang-orang bersenjata melepaskan tembakan setelah ledakan, yang menambah pembantaian.
Serangan itu dilakukan oleh kelompok ISIS (Daesh) di Afghanistan.
Menyusul serangan itu, Presiden AS Joe Biden bersumpah akan membalas.
“Kepada mereka yang melakukan serangan ini serta siapa pun yang ingin membahayakan Amerika, ketahuilah ini: Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar,” kata Biden, Kamis.
Pada Jumat sore jurubicara Pentagon John Kirby mengatakan mereka yakin kelompok itu berencana untuk melakukan serangan udara lagi.
“Kami masih percaya ada ancaman yang signifikan… spesifik, ancaman yang kredibel,” katanya. []





















