Tokyo, Gontornews — Mantan Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida, berhasil memenangkan pemilihan presiden Liberal Democratic Party (LDP), Rabu (29/9/2021). Kishida berhasil mengalahkan pesaingnya, Taro Kono, dengan berhasil memproleh 257 dari 427 suara dalam pemungutan suara putaran kedua. Sementara Kono berhasil mengumpulkan 170 suara atau jauh di bawah perolehan Kishida.
Dengan demikian, Fumio Kishida hampir pasti menduduki kursi Perdana Menteri Jepang menggantikan Yoshihide Suga yang enggan melanjutkan jabatan pada periode selanjutnya.
Pada awal masa jabatannya, Kishida akan berjuang untuk menopang sektor ekonomi yang terpukul karena pandemi Covid-19. Ia juga akan terus memperkuat hubungan negaranya dengan Amerika Serikat dan mitra lainnya pada saat Cina semakin tegas dalam wilayah Indo-Pasifik.
“Kami tetap berada dalam krisis nasional,” kata Kishida sesaat setelah pemungutan suara kepada Kyodo News.
“Kita harus berjuang dan melanjutkan respon terhadap virus korona serta membentuk paket ekonomi senilai puluhan triliyun Yen pada akhir tahun,” sambungnya.
Kishida menyerukan persatuan antara anggota LDP saat ia memimpin partai. Ia meminta koalisinya Komeito, ke dalam pemilihan umum November mendatang, pemilihan Dewan Penasihat dan mejelis tinggi parlemen tahun depan.
Sejak koalisi LDP-Komeito terbentuk, Kishida akan menjabat sebagai presiden LDP hingga 2024 yang secara otomatis menempatkan dirinya sebagai Perdana Menteri Jepang selanjutnya.
“Saya akan mengejar kebijakan diplomatik dan keamanan berdasarkan tekad tersebut dan membangun kawasan Indo-Pasiik yang bebas dan terbuka,” ungkap Kishida.
Agenda internasional Kishida adalah menjaga nilai-nilai universal seperti demokrasi, memastikan perdamaian dan stabilitas kawasan. Jepang, sambung Kishida, akan terus meningkatkan peran Jepang dalam setiap agenda internasional termasuk perubahan iklim.
Terakhir, Kishida bersumpah untuk memenuhi tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat selama memimpin Jepang ke depan. Saya akan memenuhi tanggung jawab pemerintah kepada rakyat,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]






















