Riyadh, Gontornews — AS pada hari Rabu (13/10) menuntut diakhirinya pengepungan Abedia, Provinsi Marib, oleh Houthi untuk memungkinkan warga sipil yang terkepung mengakses bantuan kemanusiaan.
Arabnews.com merilis, milisi yang didukung Iran itu telah mengepung distrik di medan pertempuran Provinsi Marib, Yaman, selama lebih dari tiga pekan, menolak akses 35.000 orang ke sumber makanan, air minum, obat-obatan dan kebutuhan penting lainnya.
“Warga sipil di Abedia menderita akibat pengepungan,” kata seorang pejabat senior AS pada sebuah pengarahan di Riyadh.
“Ini contoh lain dari satu pihak yang mendorong solusi militer dan memberikan tekanan besar pada rakyat Yaman,” katanya. “Kami menyerukan agar situasi ini dikurangi dan bantuan kemanusiaan dapat mengalir ke Abedia.”
“Kami menganggap serangan Houthi saat ini di Marib bertentangan dengan prinsip de-eskalasi. Kami percaya orang luar tidak dapat memaksakan solusi apa pun di Yaman. Saya ingin membangun upaya PBB dan negara-negara tetangga untuk menciptakan iklim terbaik bagi Yaman untuk merundingkan masa depan mereka sendiri.”
Houthi penghalang bagi perdamaian, kata pejabat itu. “Bagaimana bisa milisi bersenjata lengkap terus beroperasi di dalam Yaman dan masih berkontribusi pada upaya perdamaian?” tandasnya. “Kami percaya 100 persen, tidak ada solusi militer untuk konflik ini.”
Dia mengatakan AS tidak tertarik hanya pada gencatan senjata, tetapi pada solusi jangka panjang. “Gencatan senjata adalah satu langkah yang ingin kami lihat terjadi untuk menghindari konflik dan bergerak menuju perdamaian dan keamanan.”
Dia mengatakan semua masalah “dapat diselesaikan dengan baik ketika kita sampai pada fase negosiasi. Upaya kami benar-benar terfokus menyatukan kedua pihak untuk berdialog.”
Dia mengatakan pemerintah AS menempatkan prioritas tinggi pada penyelesaian konflik Yaman. “Kami tahu tidak bisa melakukannya sendiri. Kita harus melakukan itu dalam kemitraan dengan Kerajaan (Saudi),” katanya. “Dan kita harus melakukan itu dalam kemitraan dengan pemerintah Yaman dan mitra regional lainnya.” []





















