Johannesburg, Gontornews — Seorang pejabat kesehatan senior Bostwana, Selasa (30/11/2021), mengatakan bahwa 16 dari 19 kasus varian Omicron yang mereka konfirmasi tidak menunjukkan gejala. Jika pun ada gejala, para pasien hanya menunjukkan gejala yang sangat ringan.
Direktur Kesehatan di Kementerian Kesehatan dan Kebugaran, Pamela Smith-Lawrence, bahkan mengatakan bahwa 19 orang yang terinfeksi varian Omicron sempat dinyatakan negatif. Smith -Lawrence menambahkan bahwa 16 orang tidak menunjukkan gejala, sementara tiga pasien lainnya menunjukkan gejala yang sangat ringan.
Pada Jum’at, Pemerintah Botswana mengatakan bahwa otoritas kesehatan terkait sedang menyelidiki mutasi dari virus korona yang mereka temukan pada empat warga negara asing yang sedang berada dalam misi diplomatik. Sejak saat itu, Bostwana melaporkan 15 kasus varian baru lainnya.
Meski belum ada kepastian tentang asal muasal varian Omicron, pada 25 November 2021, Afrika Selatan mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi varian baru yang berbeda dengan varian Delta yang dominan.
Pengumuman Afrika Selatan sontak membuat banyak negara di Eropa dan Asia memberlakukan pembatasan perjalanan udara bagi pelancong asal negara-negara Afrika sebelah selatan. Walhasil, Afrika Selatan dan Bostwana menyebut bahwa kebijakan tersebut muncul tergesa-gesa dan tidak adil.
“Keputusan untuk melarang warga negara kami bepergian ke negara-negara tertentu dibuat dengan tergesa-gesa dan, bukan hanya, ketidakadilan tapi juga tidak dapat dibenarkan,” kata Presiden Bostwana, Mokgweetsi Masisi, sebagaimana dilansir Reuters.
“Mengingat varian ini baru, kami terus memantau indikator deteksi Covid-19 kami agar tetap stabil,” sambung Masisi seraya menyatakan bahwa negara ini telah mengalami penurunan infeksi dan angka kematian dalam tiga bulan terakhir.
Pemerintah menjelaskan bahwa ada empat warga negara asing yang masuk ke Botswana pada 7 November. Setelah melakukan pemeriksaan, otoritas kesehatan menetapkan keempat warga asing itu positif Covid-19 pada 11 November.
Sejak saat itu, jumlah kasus mutasi baru pada 22 November terus berlanjut. Smith-Lawrence memastikan bahwa 14 dari 19 orang yang terinfeksi varian baru Omicron merupakan warga negara asing.
Ia memastikan bahwa dalam dua hingga tiga pekan ke depan, pemerintah akan memberikan kejelasan lebih lanjut apakah varian ini lebih berbahaya dari pendahulunya atau tidak. [Mohamad Deny Irawan]


















