Texas, Gontornews – Amerika Serikat telah mengonfirmasi kematian pertama akibat varian terbaru COVID-19, Omicron, yakni di negara bagian Texas. Sementara di Amerika sendiri, Omicron telah menyumbang 73,2 persen dari kasus baru selama sepekan terakhir.
Pejabat kesehatan di Amerika Serikat mengonfirmasi jika kematian pertama yang diketahui terkait dengan varian tersebut dilaporkan berada di negara bagian Texas.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Omicron dari virus corona menyebar lebih cepat daripada jenis Delta, di mana Omicron menyebabkan infeksi pada orang yang sudah divaksinasi atau yang telah pulih dari penyakit COVID-19.
“Sekarang ada bukti yang konsisten bahwa Omicron menyebar secara signifikan lebih cepat daripada varian Delta,” kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers di Jenewa, Senin (20/12), dikutip Aljazeera.com.
Akibat melonjaknya jumlah Omicron yang terkonfirmasi di negara Paman Sam itu, Israel telah menambahkan AS ke daftar negara dengan larangan terbang. Hal tersebut lantaran alasan kekhawatiran atas penyebaran varian baru di Negara Zionis itu.
Sedangkan di India telah tercatat 200 kasus varian virus corona Omicron di 12 negara bagian, sebagian besar di negara bagian Maharashtra dan ibukota negara itu, New Delhi.
Informasi yang terhimpun dari Kementerian Kesehatan negara itu bahwa kasus Omicron di negara Bollywood tersebut, dalam sepekan terjadi hampir dua kali lipat. Namun sejauh ini, belum ada kematian yang dilaporkan. Dalam kurang dari 40 persen kasus, pasien pulih sepenuhnya atau dipulangkan, data menunjukkan.
India telah mempercepat kampanye vaksinasinya di tengah kekhawatiran potensi lonjakan infeksi. Sebanyak 87 persen dari 944 juta orang dewasa yang memenuhi syarat telah dilakukan vaksinasi.[Devi]























