Wina, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia (WHO) Regional Eropa mendesak warga untuk segera mendapatkan suntikan tambahan atau booster. WHO menyebut bahwa pemberian suntikan tambahan merupakan pertahanan tunggal paling penting untuk menghadapi varian Omicron yang lebih menular.
Direktur WHO regional Eropa, Hans Kluge, memperingatkan bahwa infeksi Covid-19 sekarang sudah meningkatn 40 persen lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Uni Eropa bahkan melaporkan 38 negara anggotanya telah mendeteksi varian asal Afrika Selatan tersebut.
Kluge menambahkan bahwa varian Omicron sudah dominan di Inggris, Denmark dan Portugal. Tiga negara tersebut rutin melaporkan penambahan kasus berlipat ganda setiap 1,5 hingga 3 hari. Oleh karena itu, Kluge menambahkan jika temuan awal menunjukkan bahwa suntikan tambahan sangat penting dalam perang melawan Omicron.
Tercatat, lebih dari 2,6 juta infeksi Covid-19 di 51 negara anggota Uni Eropa dalam pekan-pekan yang berakhir pada 13 Desember. Pada periode yang sama, lebih dari 26.000 orang kehilangan nyawa sehingga jumlah kematian akibat Covid-19 di Eropa mencapai lebih dari 1,6 juta kasus.
“Kawasan Eropa telah menjadi episentrum pandemi bahkan sebelum munculnya Omicron dengan lonjakan kasus varian Delta,” ucap Kluge sebagaimana dilansir Euro News.
Sementara itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) melaporkan bahwa varian Omicron telah terdeteksi di 64 negara di seluruh dunia. Sebagian besar negara-negara tersebut berada dalam ruang lingkup keanggotaan Uni Eropa.
Pada 16 Desember, Inggris mendeteksi jumlah infeksi Omicron tertinggi di Eropa dengan 4.773 kasus. Setelah Inggris, Denmark mencatatkan 267 kasus, Jerman dengan 237 kasus, Norwegia dengan 179 kasus dan Belanda dengan 149 kasus.
“Vaksin tetap menjadi cara terbaik untuk mencegah penyakit parah dan kematian bahkan dengan kedatangan Omicron,” tutup Kluge. [Mohamad Deny Irawan]



















