15
Tonton Selengkapnya
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 8 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Tinggalkan Lebanon Imigran Justru Mendapatkan Pelecehan saat di Yunani

Devi Lusiana by Devi Lusiana
13 January 2022
in Dunia
0
Tinggalkan Lebanon  Imigran Justru Mendapatkan Pelecehan saat di Yunani

imigran lebanon dan suriah AFP

Beirut, Gontornews – Puluhan orang asal Lebanon mencoba meninggalkan negara asalnya dengan menggunakan kapal nelayan menuju Italia. Bukannya sampai ke Italia, mereka justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan dilecehkan ketika berada di Yunani.

Dikutip Aljazeera, bahwa puluhan migran asal Lebanon tersebut berlayar pada tanggal 26 Oktober lalu, dengan tujuan Italia dengan harapan bisa merubah ekonomi keluarga mereka setelah kondisi Lebanon menjadi terpuruk.

Salah seorang migran, yang memilki usaha emas asal Lebanon, Ahmad menjelaskan alasan dirinya pergi meninggalkan negara tempat asalnya lantara kondisi krisi yang dialami negaranya membuat usahanya gulung tikar lantaran tidak adanya aliran listrik yang mampu menyalahkan mesinnya.

Untuk bisa berlayar bersama puluhan warga negaranya itu, ia pun terpaksa menjual seluruh peralatan usahanya. “Saya jual semua dan putuskan untuk pergi,” katanya

BACA JUGA

Bersyukur atas Pembebasan WNI dan Aktivis Lain dari Penculikan Israel, HNW Apresiasi Kemlu RI dan Dorong Dunia Internasional Jatuhkan Sanksi kepada Israel

Melalui BAZNAS Masyarakat Indonesia Bangun Kampung Cahaya Zakat di Palestina

Tolak Keras Zionis yang Kembali Provokasi dan Serbu Masjid Al Aqsha, HNW: OKI dan Otoritas Palestina Wajib Bergerak Selamatkan Masjid Al Aqsha

Fasilitasi Penyaluran Kurban, ANGKASA Malaysia Apresiasi BAZNAS

Partisipasi Sakinah Finance Research Institute dalam Konferensi IEFB 2026 Pakistan

Laki-laki berusia 25 tahun itu menjelaskan, bahwa ia berada diantara 82 orang Lebanon dan Suriah yang merelakan harta bendanya untuk mendapatkan kehidupan lebih baik dengan menjadi migran ke negara orang.

“Tidak ada penyelundup yang terlibat dalam perencanaan perjalanan. Kami menjual barang-barang kami atau kami meminjam uang untuk membeli perahu dan persediaan makanan, Kami semua teman, saudara, dan tetangga dari daerah yang sama,” kata Ahmad.

Sementara itu, Penumpang lain, Amani (36), yang menghabiskan seluruh hidupnya di al-Mina, sebuah kotamadya independen yang menjadi perpanjangan dari pelabuhan Tripoli mengatakan bahwa dirinya telah mnejual rumah dan seluruh perhiasan mereka untuk medapatkan kehidupan yang bermartabat khususnya untuk ketiga anaknya.

“Saya memutuskan sudah waktunya untuk pergi ketika putra saya sakit dan saya tidak dapat menemukan obat apa pun,” katanya.

Amani menceritakan pengalamannya selama perjalanannya bersama puluhan orang lainnya dengan kapal nelayan itu. Kapal nelayan, lanjutnya yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin lantaran tersapu badai, mereka pun hanyut di laut selama tiga hari dan mereka memutuskan untuk mencoba berlabuh di pulau Yunani Kastellorizo untuk memperbaiki kapal.

Sesampainya di sana, mereka disambut baik oleh orang-orang yang berada di pinggir laut itu. Namun beberapa saat kemudian , sebuah kapal Penjaga Pantai Hellenic mendekati kapal mereka. Menurut salah satu saksi bahwa petugas mengenakan balaclava hitam untuk menutupi wajah mereka.

“Mereka menjatuhkan sesuatu seperti balon besar dan mengaitkan perahu kami ke kapal mereka. Kemudian, mereka memerintahkan kami untuk naik.” kata Amani.

Seorang penumpang, yang dapat berbicara dengan petugas Yunani dalam bahasa Inggris, menolak untuk naik bahkan ia dipukuli dan dipaksa naik. Tidak hanya itu, Penjaga pantai melepaskan tembakan ke udara untuk mengintimidasi penumpang lainnya. Kemudian mereka mengambil ponsel, uang, pakaian, dan tas para penumpang.

Setelah itu, kapal yang mereka tumpangi disita dan mereka dipaksa untuk tinggal di kapal penjaga selama tiga hari. Baru setekah itu, para penjaga melepaskan mereka tanpa kapal nelayan milik mereka. Mereka pun dibagi menjadi empat kelompok yang nantinya ssetiap kelompok yang berisikan 20-25 orang akan diberikan satu sekoci.

“Para Petugas pun berkata ‘Italia lewat sini’ dan pergi.” Katanya.

Dengan menggunakan sekoci merekapun mneinggalkan perairan Yunani dan menuju kea rah yang ditunjukan oleh penjaga pantai tersebut. Namun rupanya penjaga laut berbohong, setelah lelah mendayung sekoci mereka sampai ke perairan Turki.

Sesampainya di Turki, Pihak berwenang Turki membawa keluarga yang kelelahan ke pusat pemindahan yang didanai Uni Eropa di Aydin, Turki barat daya. Di sana mereka ditahan selama hampir sebulan, hingga 28 November lalu.

Peneliti di Pusat Hak Asasi Manusia Irlandia, Universitas Nasional Irlandia, Galway, Niamh Keady-Tabbal, PhD mengatakan perlakuan penjaga laut Yunani adalah kebijakan sistematis pengusiran kolektif. Mereka biasanya melumpuhkan kapal migran dan terkadang menyita dokumen identitas, uang , dan barang-barang pribadi.

“Mereka biasanya dipaksa naik ke rakit penyelamat, ditinggalkan dan dibiarkan hanyut menuju Turki, hal itu sesungguhnya melanggar hukum internasional dan Eropa,” kata Keady-Tabbal.

Senada dengan itu, juru bicara UNHCR di Yunani, Stella Nanou mengatakan bahwa kapal-kapal dicegat di perairan Yunani dan mesinnya dihancurkan sebelum ditarik ke perairan Turki. Dalam insiden lain, para pengungsi dan migran dibawa kembali ke laut setelah mendarat di pulau-pulau Yunani dan dibiarkan terombang-ambing di atas rakit penyelamat tanpa jaket pelampung.

“UNHCR telah mewawancarai orang-orang yang dilaporkan didorong mundur dan banyak yang tampak sangat terpengaruh oleh pengalaman traumatis ini, yang telah menambah trauma yang mereka bawa dari situasi yang mereka hadapi di negara asal mereka,” kata Nanou.[Devi]

Tags: Italiakapal nelayanLebanonMigranPelecehanRakitTurkiYunani
Share2Tweet2Send
Previous Post

Berikut Susunan Pengurus PBNU 2022-2027

Next Post

Perluas Sinergi Eksyar, IAI Tazkia inisiasi Kerjasama dengan Koperasi Baytul Ikhtiar

Devi Lusiana

Devi Lusiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result