Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, Senin (24/1/2022), meminta semua pihak untuk mengasumsikan varian Omicron sebagai penanda akhir pandemi. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut pernyataan tersebut sebagai pernyataan berbahaya. Karenanya, Tedros meminta setiap negara untuk tetap fokus pada upaya mengalahkan pandemi.
“Berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir dan bahwa kita berada di akhir permainan,” kata Tedros dalam pertemuan dewan eksekutif WHO.
“Sebaliknya, secara global, kondisinya ideal untuk kemunculan beberapa varian,” sambungnya sebagaimana dilansir Reuters.
Sejauh ini, varian Omicron telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara. WHO mencatat hampir 350 juta kasus infeksi baru yang sebagian besar berasal dari varian asal Afrika bagian Selatan tersebut.
Meski lonjakan kasus terjadi, varian ini tidak menyebabkan banyak kasus kematian. Terlebih, meningkatnya angka vaksinasi telah menyebabkan optimisme di beberapa negara bahwa periode terburuk dari pandemi Covid-19 telah berlalu.
“Saat ini, pandemi Covid-19 memasuki tahun ketiga dan kita berada pada titik kritis,”
“Kita harus bekerjasama untuk mengakhiri fase akut pandemi ini. Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kelalaian,” tegas Tedros.
Sebagai informasi, Tedros sedang mencalonkan kembali sebagai pimpinan tertinggi badan kesehatan dunia tersebut. Tedros pun mendesak negara-negara untuk memaksimalkan strategi dan alat yang sudah tersedia seperti pemaksimalan pengujian dan mempercepat inokulasi agar situasi darurat kesehatan global bisa berakhir tahun ini. [Mohamad Deny Irawan]
























