Depok, Gontornews — Seorang anak bisa menjadi rapuh dan lumpuh dikarenakan ketidakoptimalan dalam proses pengasuhan dan pendidikannya di kala kecil hingga dewasa.
Kepada Gontornews.com, Ayah Irwan Rinaldi menyampaikan bahwa ciri-ciri anak yang rapuh dan lumpuh adalah anak yang tidak ‘dilaki-lakikan’, anak yang usia biologisnya lebih maju dari usia psikologis, juga father hungers seperti halnya anak-anak yang terjebak LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender/Transeksual) atau narkoba, dan lainnya.
Selain itu, Ayah Irwan juga menambahkan bahwa ciri-ciri lainnya yakni daddy issues (kurang dekatnya hubungan antara anak dengan ayahnya), anak korban bully, juga anak korban hutang atau luka pengasuhan orangtuanya. Sehingga dari semua itu terlahirlah generasi yang rapuh dan mudah terjerumus dengan kelamnya kejahatan jalanan di sekitar.
Orangtua pun penting memerhatikan bahwa anak laki-laki kita kerap muncul secara fisik seperti lelaki, tapi tidak tampil sebagai sosok lelaki sejati karena ia kekurangan sosok lelaki yang seharusnya ikut andil dalam membersamai dan mendidiknya. Maka jangan sampai dalam proses masa tumbuh kembang anak-anak kita, porsi pengasuhan seorang ayah hilang atau bahkan tidak diterima sama sekali oleh sang anak. Karena itu bisa berpengaruh besar pada sikap ‘kelaki-lakiannya’ kelak.
Mulai sekarang, ayo yakinkan anak laki-laki kita dengan tiga hal berikut ini, pertama, tanamkan tauhid dan akidah yang kuat. Kedua, tumbuhkan akhlak mulia. Ketiga, ajari wirausaha sejak kecil. Keempat, ajari berbakti pada orangtua.
Berikut ini tips dari Ayah Irwan terkait cara ‘melakikan’ anak lelaki. Pertama, mempunyai ilmu. Artinya orangtua harus terus semangat belajar, lebih amanah dalam mengasuh, serta bertanggung jawab. Kedua, mempunyai waktu. Orangtua harus bisa meluangkan waktu bukan waktu luang karena ini adalah golden moment anak yang tidak akan terulang dua kali. [Edithya Miranti]























