Depok, Gontornews — Ayah Irwan Rinaldi, dalam sebuah seminar parenting yang dihadiri oleh ribuan peserta dengan turut diramaikan oleh kehadiran Ustadz Bendri Jaisyurrahman, menyampaikan soal “Sudah Laki-Lakikah Anak Kita?”
Ia pun lantas menjabarkan bahwa seorang anak laki-laki hendaknya ‘dilaki-lakikan’ oleh laki-laki. Kepada Gontornews.com ia menambahkan bahwa idealnya kelaki-lakian memang harus dilatihkan oleh lelaki. Karena tahap usia delapan sampai lima belas tahun adalah proses untuk simulasi, melihat, dan melakukan. Sedangkan hal-hal tersebut paling bagus dipegang oleh lelaki. Pegiat keayahan ini kemudian menjabarkan soal mengapa kita penting untuk melaki-lakikan anak laki-laki? Jawabnya adalah karena pertama, fitrah perkembangan. Dimana secara biologis, hormon, struktur otak, perkembangan, spiritual, emosional, juga sosial, semua itu harus distimulasikan kelaki-lakiannya. Kedua, kecenderungan anak laki-laki berbeda dengan perempuan, seperti tingkah laku, emosi, dan lainnya.
Jika melaki-lakikan anak kita tidak dilakukan, maka kita akan dicap sebagai orangtua pengkhianat. Artinya kita akan dicap sebagai orang yang tidak amanah dengan firman Allah SWT, potensi dari-Nya, kehilangan momen tumbuh kembang anak, serta hal itu akan menciptakan embrio bencana dunia.
Dalam hal ini anak akan mengalami kesulitan di masa depannya baik dalam hal kepemimpinan, mengambil keputusan, watak yang keras, dan lain-lain, sehingga bisa menciptakan banyak kerusakan dan bencana yang berdampak luas bagi semua yang ada di sekitarnya.
Maka, mulai sekarang orangtua harus lebih memahami akan pentingnya peran seorang ayah dalam mendidik anak laki-lakinya. Karena tidak semua anak laki-laki di dunia ini berhasil tumbuh besar dengan jiwa dan sikap ‘kelaki-lakiannya’. Akhirnya semua itu berujung pada kerapuhan tatanan sosial kita dan mirisnya justru tak jarang yang menyebabkan kemunculan generasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender/Transeksual). [Edithya Miranti]





















