Depok, Gontornews — Ilmu mendidik anak yang sangat penting dimiliki setiap orangtua, termasuk cara mendidik anak laki-laki. Ustadz Bendri Jaisyurrahman beserta Ayah Irwan Rinaldi, pada sebuah kesempatan, berhasil membahas secara gamblang cara mendidik anak laki-laki sesuai fitrahnya.
Kepada Gontornews.com, Ustadz Bendri pun memaparkan bahwa lelaki yang terbaik adalah yang beriman, taat dalam keadaan lapang maupun sempit, aktivis dakwah (amar maβruf nahi munkar), serta lelaki yang mengajarkan dan mempelajari al-Qurβan.
Praktisi parenting Islami ini pun melanjutkan bahwa selain beberapa hal di atas, lelaki yang terbaik juga adalah lelaki yang paham agama, konsisten tunaikan kewajiban, paling bagus akhlaknya, paling banyak manfaatnya, suka mentraktir makanan, bersikap baik terhadap keluarganya, kuat fisik dan mentalnya, serta meninggalkan warisan untuk keluarga.
Terkait hal terakhir tersebut, sang ustadz kemudian menambahkan bahwa lelaki yang terbaik adalah mereka yang bisa meninggalkan warisan untuk kebahagiaan keluarganya. βJangan biarkan anak kita ketika kita tiada, karena tidak mampu dia meminta-minta. Berusahalah untuk meninggalkan harta sepeninggal kita,β pungkasnya.
Pada sesi kedua, Ayah Irwan lantas menegaskan, βLaki-lakikan anak laki-laki oleh βlaki-lakiβ!β Menurutnya, hal itu penting apalagi melihat saat ini banyak dari anak laki-laki kita yang kurang mendapatkan stimulant kelaki-lakian, baik dalam ruang lingkupu rumah, sekolah, maupun lingkungan. βTiga lembaga ini menjadi penyebabnya,β tekan sang pegiat keayahan tersebut.
Sebagai contoh, ketika di rumah ayah kurang hebat mengasuh anak laki-laki. Mungkin ayah lupa memberikan stimulasi dan simulasi agar anak bersikap seperti laki-laki. Lalu ketika di sekolah, sekolah juga berkontribusi besar tidak mengajarkan kelaki-lakian, karena minimnya pengajaran dari guru laki-laki.
βKhususnya untuk anak usia tujuh sampai empat belas atau lima belas tahun, dimana di situ anak laki-laki tidak mendapat pengajaran dari guru laki-laki,β terang Ayah Irwan kepada Gontornews.com. Sehingga lanjutnya, anak tidak mendapatkan contoh seperti apa ketegasan itu, fight itu, bagaimana sikap untuk berdiri paling depan, dan lainnya dan jadilah anak lelaki kita tidak optimal mendapatkannya.
Kemudian pengaruh di lingkungan juga menjadi hal terpenting dikarenakan banyak anak lelaki yang tidak diperlakukan sesuai dengan gendernya. Semua hal tersebut, menjadikan anak laki-laki kita banyak berada di lampu kuning atau bahkan merah, yang artinya hal ini sangat darurat sekali untuk segera ditangani bersama. [Edithya Miranti]






















