Jakarta, Gontornews — Sorang Muslim perlu menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan, termasuk dalam urusan pengasuhan anak. Melalui Surat Al-Isra (17) ayat 23-24 dan Surat Luqman (31) ayat 13-19 Allah SWT memberikan pedoman pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak.
Penelitian yang terbit dalam Jurnal Pendidikan Islam menemukan bahwa Al-Qur’an menitikberatkan pada pendidikan keimanan, pembentukan akhlak mulia, rasa hormat pada orang tua, tanggung jawab dan pentingnya sopan santu dari anak.
“Gaya pengasuhan yang mengutamakan teladan, perhatian dan kasih sayang dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sosial anak,” ungkap penelitian berjudul Gaya Parenting dalam Perspektif Al-Qur’an: Dampaknya pada Pendidikan Sosial Anak Usia Dini itu.
“Orang tua juga perlu bijaksana dalam menghadapi teknologi di era digital untuk mendidik anak, dengan memanfaatkan kemampuan teknologi yang sebenarnya sangat membantu dalam proses pendidikan,” sambung penelitian yang sama.
Pola asuh dalam perspektif Islam tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan anak tapi juga pembentukan kerpibadian akhlak anak. Sementara itu, orang tua berperan sebagai pendidik pertama yang memberikan kasih sayang, perhatian, keteladanan, kedisiplinan, serta komunikasi yang baik.
Selain itu, pengasuhan juga perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Pada usia 0-6 tahun, seorang anak membutuhkan kasih sayang dan sebaiknya tidak dididik melalui hukuman fisik. Pada periode selanjutnya, usia 7-14 tahun, seorang anak mulai dibiasakan dengan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Sedangkan pada anak di usia 15-21 tahun, komunikasi terbuka perlu lebih diutamakan untuk mereka. Ketika seorang anak semakin dewasa, orang tua perlu memberikan kepercayaan agar anak mampu mengambil keputusan secara mandiri.
Secara khusus, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari. Seperti mengajarkan ibadah, menghormati orang lain dan orang tua, berbicara dengan sopan, dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
Argumen tersebut didukung oleh penjelasan ayat-ayat Al-Qur’an serta kajian terdahulu mengenai pengaruh penggunaan gawai terhadap komunikasi orang tua dan anak. Penggunaan teknologi yang tidak diawasi dapat membuat anak terpapar bahasa kasar, kekerasan, dan contoh perilaku negatif. Karenanya, orang tua perlu mendampingi anak dalam menggunakan media digital.
“Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Parenting Islami, diharapkan orang tua dapat mendidik anak-anak mereka menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik,” kata penelitian yang disusun oleh Zaqy Faridatus Sholekhah dkk dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jepara.
“Kesadaran akan tanggungjawab ini sangat penting dalam menciptakan generasi yang berbudi perkerti luhur dan bertakwa kepada Allah SWT,” pungkasnya. [Rayhana Camila/Mohamad Deny Irawan]






















