Bogor, Gontornews – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Prodi PGMI) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor menyelenggarakan Workshop Pengembangan Karakter Guru Madrasah Ibtidaiyah Melalui Keterampilan Menulis Artikel. Acara berlangsung di Bale Edi Raya, Kampus INAIS Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor, Sabtu (5/2).
Sekitar 30 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari kawasan Pamijahan, Bogor, menghadiri pelatihan menulis yang dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) INAIS Dr. H. Joko Trimulyo, SH, M.Pd.
“Profesionalitas guru bukan saja dituntut terampil dalam mengajar akan tetapi guru juga harus menjadi role model dalam berperilaku keseharian guna penguatan karakter peserta didiknya,” ujar Joko dalam sambutan pembukaan Workshop.
Karena itu dalam berbagai kesempatan, lanjutnya, ia selalu menekankan pentingnya “adab memandu ilmu”. Maknanya, sebelum menerima pembelajaran di kelas maka yang pertama dan utama yaitu mengajarkan tentang nilai-nilai keadaban. Contohnya, sebelum masuk kelas peserta didik baris di depan kelas, antrean dengan tertib, sebelum masuk kelas siswa salam terhadap guru, dan sebelum menerima materi pembelajaran berdoa terlebih dulu.
“Manusia yang beradab akan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan umat, sebaliknya manusia berilmu namun tidak beradab maka akan menyalahgunakan ilmunya,” paparnya.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber dosen Prodi PGMI INAIS, yaitu: Dr. A. Abbas Arby, M.Hum dan Ir. H. Rusdiono, M.Pd.
Abbas menyebutkan, dalam membangun kerakater guru madrasah diperlukan pengembangan karakter guru sebagai transformotor teachers, yakni guru-guru yang tidak hanya menggerakkan kecerdasan peserta didik. Tetapi, setiap guru dapat bertindak sebagai penggerak utama daya kreatif dan daya kritis peserta didik.
Sementara itu Rusdiono dalam kesempatan itu menyebutkan, keterampilan menulis bisa dimiliki oleh siapa saja. Termasuk guru MI. “Yang penting ada kemauan untuk menulis dan mau mencoba atau melatihnya,” ujarnya. []



















