Ngawi, Gontornews — Sepuluh dokter kader dosen Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor siap untuk studi lanjut S2 dalam berbagai bidang kedokteran mulai tahun ini. Rencana tersebut terungkap dalam acara penandatanganan kader calon dosen di Kantor Tim Persiapan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor, Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (12/3).
Acara itu dihadiri secara langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Presiden Universitas Darussalam Gontor Drs KH Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed, dan Rektor UNIDA Gontor Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.
Kiai Akrim dalam sambutannya mengatakan, pendirian Fakultas Kedokteran UNIDA harus berasaskan ibadah. “Seluruh kegiatan yang ada di pondok semuanya untuk ibadah. Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor juga didirikan untuk ibadah. Dan semua itu harus dilakukan secara ikhlas. Keikhlasan di Gontor sangatlah penting. Maka ia menjadi jiwa pertama dalam Panca Jiwa Gontor,” ujar Kiai Akrim.
Sedangkan Rektor UNIDA Gontor menekankan bahwa Fakultas Kedokteran dalam rangka menuju universitas Islam yang bermutu dan berarti. “Pendirian Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor merupakan proyek besar dan monumental yang targetnya resmi berdiri pada peringatan 100 tahun Gontor. Semoga menjadi amal jariyah kita dan makin mendekatkan kita kepada cita-cita Trimurti: universitas Islam yang bermutu dan berarti,” paparnya.
Juga hadir dalam kesempatan itu Ketua Tim Pendirian Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor Prof Dr dr Harijono KS, Sp.KK(K), Wakil Ketua Prof Dr dr Harsono Salimo, Sp.A(K), serta anggota tim yang terdiri dari: dr Titi Savitri Prihatiningsih, M.Med.Ed, Ph.D, dr HM Jusuf Wibisono, Sp.P(K), FCCP. FIRS, dr Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK(K), dr Dede Iskandar, S.Ked, Ahmad Saifulloh, M.Pd.I, Ph.D, dr Muh Tani’em Nawai, S.Ked, dan dr Umatul Khoiriyah, M.Med.Ed., Ph.D serta para calon dosen. Mereka ada yang hadir secara langsung ada juga secara daring (online).
Kesepuluh calon dosen itu yaitu: dr Adheelah Rachmah Afrizal, dr Tasi’ah Nashirah Nur, dr Ilyu ‘Ainun Najie’, dr Indra Wahono Suhariyanto, dr Asyiroh Mujahidah Fillah, dr Nurul Hidayah, Dwi Yanti, dr Fida’ Mushalim Afwan, M.K.M, dr Qonita, dan dr Husnul Khatimah.
Mereka akan menempuh pendidikan magister (S2) dalam berbagai bidang, antara lain: Anatomi, Biokimia, Biologi Sel, Histologi, Fisiologi, Parasitologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Farmakologi, Ilmu Humaniora Kedokteran termasuk Ilmu Bioetik dan Medikolegal, serta Pendidikan Kedokteran. Mereka akan melanjutkan studinya di berbagai universitas antara lain: UI, UNAIR, UGM, dan UNS.
Sebagian mereka sedang menempuh pendidikan tersebut, dan sebagian lainnya telah menyelesaikan pendidikan magisternya.
Sebelumnya mereka telah menyelesaikan pendidikan jenjang sebelumnya di berbagai universitas, antara lain: Universitas Indonesia, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Airlangga, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Jember, serta Universitas Diponegoro.[]


















