Jakarta, Gontornews — Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan tracer study Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PPS). Tracer study dilakukan sebagai upaya melakukan pengukuran dan pemetaan kualitas lulusan.
“Tracer Study merupakan bukti pengukuran kualitas lulusan dan profesionalisme lulusan pesantren. Untuk menunjukkan hal tersebut, maka perlu digitalisasi berupa sistem informasi tracer study,” tegas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur saat menutup Kegiatan Tracer Study, dikutip dari laman Kemenag, Sabtu, 26 Maret 2022.
Menurut Waryono, Tracer Study lulusan Pendidikan Kesetaraan pada PPS juga dilakukan untuk mengidentifikasi relevansi kurikulum di pesantren dengan kebutuhan masyarakat
Kasubdit Pendidikan Kesetaran DIT-PD Pontren Rahmawati menambahkan, bahwa Tracer Study akan menjadi instrument untuk melacak jejak profesional dan aktivitas lulusan pendidikan kesetaraan PPS. “Dari kegiatan ini diharapkan dapat diketahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan formal ke jenjang pendidikan tinggi maupun ke dunia profesional kerja,” ujar Rahmawati.
Wakil Rektor III UIN Bandung, Ahmad Fathoni, sebagai salah satu narasumber juga mengatakan, bahwa tahapan tracer study bisa dilakukan melalui tahapan proses karier, keterampilan lulusan, bimbingan, fasilitas pembelajaran dan hasil tracer study itu sendiri. [Fath]



















