Srebrenica, Gontornews –- Ribuan keluarga korban pembantaian atau genosida di wilayah Srebrenica, Bosnia berkumpul dalam rangka memperingati 27 tahun genosida di wilayah tersebut, Seni (11/7). Mereka tidak hanya berasal dari Bosnia namun juga dari berbagai negara yang saudaranya telah menjadi korban genosida yang terjadi Juli 1995 silam.
Idriz Mustafic, salah satu keluarga korban, yang saat ini sudah berada di Srebrenica datang untuk menguburkan sebagian jenazah putranya, Salim, yang baru berusia 16 tahun ketika dibunuh dalam pembantaian Juli 1995 itu. Salim bersama dengan ribuan pria dan anak laki-laki lainnya merupakan kelompok dari etnis Bosnia, yang mayoritas Muslim.
“Anak sulung saya, Enis, juga terbunuh. Kami menguburkannya pada 2005 dan sekarang saya mengubur Salim,” kata Mustafic, Aljazeera.com
Mustafic mengatakan, meskipun tengkorak anaknya ditemukan, namun akan tetap membawa tulang-tulang anaknya itu untuk dikuburkan. Dirinya tidak bisa menunggu lama sebab saat ini istrinya tengah mengidap kanker sehingga harus segera dibawa dan dikubur,
Demikian dengan Mana Ademovic yang juga telah kehilangan suaminya dan kerabat-kerabat laki-laki lainnya dalam pembantaian itu, pun hadir dalam upacara peringatan di Srebrenica.
Meskipun telah menemukan sisa-sisa tulang suaminya dan menguburnya kembali beberapa tahun yang lalu, tetapi Ademic mengatakan bahwa dia harus selalu berada di Srebrenica setiap 11 Juli.
“Lebih mudah ketika Anda memiliki kuburan untuk dikunjungi, tidak peduli berapa banyak tulang yang terkubur di dalamnya,” katanya, duduk sambil memeluk nisan kuburan suaminya yang berada di antara kuburan yang luas.
Ia mengaku bahwa hal yang membuatnya sedih yaitu bagaimana tersiksanya suami ataupun para korban pembataian itu rasakan sebelum mereka meninggal.
Pembunuhan Srebrenica merupakan puncak berdarah Perang Bosnia yang terjadi pada tahun 1992-1995. Perang tersebut pecah saat Yugoslavia melepaskan hasrat nasionalistik dan ambisi teritorial yang membuat Serbia Bosnia melawan dua faksi etnis utama lainnya – Kroasia dan Bosnia.
Pada Juli 1995, setidaknya 8.000 pria Bosnia dari Srebrenica dipisahkan dari istri, ibu dan saudara perempuan mereka oleh tentara Serbia. Kemudian mereka dikejar melalui hutan di sekitar kota timur dan dibunuh oleh pasukan itu.
Para pelaku membajak jenazah korbannya ke dalam kuburan massal yang kemudian mereka gali dengan buldoser. Akibatnya mayat-mayat berserakan di antara situs pemakaman lain hal itu dilakukan untuk menyembunyikan bukti kejahatan.
Saat itu, sisa-sisa jasad korban yang sudah setengah membusuk dirobek oleh buldoser sehingga bagian tubuh masih ditemukan di kuburan massal di sekitar Srebrenica dan disatukan lalu diidentifikasi melalui analisis DNA.
Ketika jenazah diidentifikasi, mereka dikembalikan ke kerabat mereka dan dimakamkan kembali di Pusat Peringatan dan Pemakaman Potocari, tepat di luar Srebrenica. Sejak tahun 1995, tepatnya pada tanggal 11 Juli Peringatan Genosida Srebrenica dirayakan.
Sejauh ini, sisa-sisa lebih dari 6.600 orang telah ditemukan dan dimakamkan di pemakaman.
Dalam dua tahun sebelumnya, karena pandemi COVID-19, hanya sejumlah kecil penyintas yang diizinkan menghadiri upacara peringatan tahunan dan pemakaman kolektif para korban di Srebrenica.
Tetapi dengan dicabutnya pembatasan, puluhan ribu orang diperkirakan akan hadir tahun ini, termasuk sejumlah diplomat dan pejabat tinggi internasional.[Devi]


















