New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengeluarkan seruan kepada dunia untuk membantu Pakistan yang tengah berjuang mengatasi bencana banjir. Banjir di Pakistan telah menewaskan lebih dari 1.100 orang, menghancurkan infrastruktur dan lahan pertanian serta mempengaruhi 33 juta warga di sekitar lokasi bencana.
Pemerintah Pakistan menyebut kerugian materi akibat banjir mencapai lebih dari 10 Miliar Dolar Amerika Serikat. Guterres juga menambahkan dunia memiliki kewajiban untuk membantu negara itu dalam mengatasi dampak perubahan iklim akibat ulah manusia.
“Pakistan sedang mengalami penderitaan akibat banjir,” kata Guterres dalam pesan video untuk seruan bantuan bencana di Islamabad dan Jenewa.
“Warga Pakistan menghadapi musim hujan yang berlebih, dampak dari curah hujan tanpa henti telah menyebabkan banjir yang sangat tinggi,” sambungnya sebagaimana dilansir media lokal Pakistan, DAWN.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto-Zardari, mendesak negara-negara di dunia untuk memberikan dukungan kepada Pakistan. Bilawal menambahkan bahwa bencana banjir yang Pakistan alami kali ini merupakan bencana terbesar yang belum pernah terjadi di dunia. Ia pun menyebut banjir besar yang mereka alami merupakan bagian kecil dari efek pemanasan global yang sangat merusak.
“Siklus banjir besar seperti yang kita lihat ini merupakan bagian dari pola cuaca ekstrem. Tingkat semburan awan dan hujan deras yang belum pernah terjadi sebelumnya telah memicu kehancuran dalam skala yang terus meluas: banjir di perkotaan, banjir pada aliran sungai dan tanah longsor. Bencana ini mengakibatkan banyak manusia yang kehilangan nyawa, mata pencaharian dan hewan ternak,” kata Bilawal.
“Ini adalah tingkat bencana yang disebabkan oleh (kondisi) iklim yang sangat baru,” sambungnya.
Bilawal menjelaskan bahwa Pakistan membutuhkan setidaknya 10 Miliar Dolar Amerika Serikat untuk perbaikan dan rehabilitasi. Menteri Perencanaan Pakistan, Ahsan Iqbal, mengatakan Pakistan membutuhkan dana sebesar itu untuk memperbaiki dan membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat hujan monsun.
“Kerusakan besar telah terjadi pada sektor infrastruktur, terutama di bidang telekomunikasi, jalan, pertanian dan mata pencaharian,” tutupnya kepada AFP. [Mohamad Deny Irawan]





















