Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, mengatakan subvarian Omicron XBB 1.5 adalah varian Covid-19 yang paling mahir dalam menghindari kekebalan vaksinasi atau infeksi. Seperti halnya varian XBB.1, varian XBB 1.5 juga merupakan varian Covid-19 yang terbaik dalam menghindari antibodi infeksi.
“Berdasarkan karakteristik genetik dan perkiraan tingkat pertumbuhan awal, XBB 1.5 dapat berkotribusi pada peningkatan kasus,” kata WHO dalam keterangan yang dilansir Reuters.
Meski demikian, penilaian tersebut memiliki tingkat kepercayaan yang rendah karena sebagian besar data hanya berasal dari satu negara yaitu Amerika Serikat.
WHO menambahkan bahwa subvarian Omicron XBB 1.5 tidak memiliki mutasi yang diketahui tentang kemungkinan gejala parah saat mereka mereka tertular virus. Karena itu, WHO belum menarik kesimpulan apa pun tentang tingkat keparahan subvarian tersebut.
Pemimpin teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan, pekan lalu, bahwa subvarian XBB 1.5 adalah varian paling menular saat ini. Para ilmuwan meyakini varian ini memiliki keuntungan pertumbuhan karena sangat kebal terhadap vaksin dan sangat menular.
“Ini adalah subvaria yang paling menular yang telah terdeteksi,” kata van Kerkhove sebagaimana dilansir CNBC.
“Alasan untuk ini adalah mutasi yang ada di dalam subvarian omicron memungkinkan virus ini menempel pada sel dan bereplikasi dengan mudah,” sambungnya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan bahwa varian XBB 1.5 merupakan stu-satunya subvarian dengan pertumbuhan substansial saat ini. Pada awal Desember, CDC melaporkan 2 persen total kasus Covid-19. Namun, hingga pekan pertama Januari, subvarian XBB 1.5 telah berkontribusi hampir 28 persen dari total kasus Covid-19 di Amerika Serikat. [Mohamad Deny Irawan]



















