Ankara, Gontornews — Presiden Turki, Racip Tayyip Erdogan, Selasa (14/02/2023), mengatakan para peneliti dunia menganggap bahwa gempa bumi di Kahramanmaras sebagai fenomena alam yang luar biasa. Presiden Erdogan juga menyampaikan bahwa kekuatan gempa yang terjadi secara berurutan sebagai fenomena alam tunggal yang pernah terjadi di dunia.
“Konsensus semua ahli di dunia menyebut, gempa bumi Kahramanmaras sebagai fenomena alam yang luar biasa dengan kekuatan, daya rusak serta fakta bahwa gempa itu terjadi secara berurutan,” kata Erdogan pascarapat kabinet di Badan Manajemen Kedaruratan Bencana Turki (AFAD) di Ankara.
Erdogan menjelaskan bahwa gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter dan 7,6 Skala Richter tersebut mengguncang 10 provinsi di Turki. Bencana alam ini, lanjut Erdogan, juga menyebabkan 35.418 warga tewas dan 105.505 warga lain mengalami luka-luka serta lebih dari 13 juta warga Turki mengalami dampak langsung.
“Bencana yang terjadi di wilayah yang lebih luas dari seluruh wilayah negara di dunia ini terjadi pada jarak yang begitu pendek dari permukaan, 7 kilometer. (Alhasil, bencana ini juga) melipatgandakan kehancuran dibandingkan dengan bencana gempa besar lain dalam sejarah manusia,” ucapnya sebagaimana dilansir Yeni Safak.
“Gempa bumi berturut-turut ini melepaskan energi setara dengan ratusan bom atom paling kuat,” sambungnya.
Erdogan melaporkan bahwa gempa Kahramanmaras berdampak langsung di 10 provinsi Turki seperti Gaizantep, Adiyaman, Malatya, Hatay, Adana, Diyarbakir, Kilis, Osmaniye dan Sanliurfa. Beberapa negara seperti Suriah dan Lebanon juga merasakan gempa yang terjadi pada Senin 6 Februari 2023 dini hari tersebut.
“Berdasarkan temuan awal, 211.000 rumah dari 47.000 bangunan di zona gempa hancur, rusak parah atau perlu dibongkar,” jelasnya.
Ia mengatakan 98% bangunan yang hancur telah berdiri sebelum tahun 1999 atau saat gempa besar melanda wilayah Marmara. Saat itu, 18.000 orang tewas dan menghasilkan bangunan baru yang lebih solid dan tahan gempa.
Untuk itu, Erdogan berjanji akan membangun kembali setiap rumah dan tempat kerja yang hancur atau bangunan yang tidak dapat dihuni akibat gempa dan menyerahkan kembali kepada pemiliknya.
“Mulai awal Maret ini, kami segera meluncurkan pembangunan 30.000 rumah,” kata Erdogan.
“Tujuan kami menyelesaikan pembangunan gedung berkualitas tinggi dan aman dalam rentang waktu satu tahun guna memenuhi kebutuhan perumahan di seluruh wilayah terdampak gempa,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















