Dhaka, Gontornews — Sejumlah delegasi Myanmarmengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh sepanjang pekan ini. Mereka berupaya untuk melakuka verifikasi ratusan calon pengungsi Rohingya untuk mengikuti proyek reptariasi percontohan meski belum ada kepastian tanggal dari pejabat Bangladesh.
Komite Bantuan dan Pemulangan Pengungsi Bangladesh, Mohammed Mizanur Rahman, mengatakan ada 1.140 Rohingya yang akan dipulangkan melalui proyek percontohan dengan 711 kasus telah selesai. Sementara sisanya, 429, orang termasuk beberapa bayi lahir dan masih menjalani proses verifikasi.
“Kami siap (untuk mengerim mereka kembali),” kata Rahman sebagaimana dilansir Reuters.
Duta besar Cina untuk Bangladesh, Yao Wen, berharap gelombang pertama repatriasi pengungsi Rohingya dapat segera terlaksana. Kantor berita Bangladesh, Sangbad Sangstha, mengatakan Cina terus melanjutkan perannya sebagai mediator negosiasi.
Hingga saat ini, junta militer Myanmar, yang mengambil alih kekuasaan melalui kudeta dua tahun lalu, hanya menunjukkan sedikit kecenderungan untuk mengembalikan etnis Rohingya ke negaranya.
Kondisi kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh sangat memperihatinkan. Kabarnya, puluhan ribu gubuk pengungsian terbuat dari bambu dan plastik tipis dan rawan kebakaran.
Dua tahun lalu, kobaran api menewaskan setidaknya 15 pengungsi dan menghancurkan lebih dari 10.000 rumah. Sedangkan, pada awal tahun ini, kebakaran lain yang terjadi telah menyebabkan 12.000 orang pengungsi terpaksa kehilangan tempat berlindung.
Selain masalah lama seperti kurangnya pekerjaan dan akses pendidikan, kamp-kamp pengungsian ini juga mengalami lonjakan kasus kejahatan.
Banyak pengungsi Rohingya yang mengalami putus asa dan memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih baik, bahkan, dengan menggunakan cara berbahaya. Dalam beberapa waktu terakhir, banyak pengungsi Rohingya terpaksa melakukan perjalanan laut berbahaya dari Bangladesh ke negara-negara seperti Malaysia dan Indonesia. PBB memperkirakan ada sekitar 348 pengungsi Rohingya yang meninggal di laut sepanjang tahun 2022. [Mohamad Deny Irawan]





















