Jakarta, Gontornews — Kepada Gontornews.com Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta menekankan bahwa Asia Tengah bersama dengan peradaban dunia paling kuno, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan citra budaya kemanusiaan modern dan nilai-nilai yang bertahan lama. Berbagai agama tersebar di wilayah Uzbekistan pada satu waktu, yaitu Islam, Zoroastrianisme, Buddha, dan Kristen.
Selama berabad-abad, di Uzbekistan telah terjadi pengayaan budaya secara mutual dan bersifat global. Warisan budaya Uzbekistan adalah akumulasi dari ikatan sosial dan budaya, pengalaman hidup, pencapaian milenial rakyat Uzbekistan dalam bidang sains, seni, dan industri. Ia difokuskan pada moralitas, hukum, adat istiadat dan tradisi, sastra dan seni, juga pelajaran-pelajaran sejarah.
Berkat reformasi yang dilakukan di dalam negara, lapisan budaya spiritual yang kuat telah terbuka, yang secara jelas mengubah psikologi masyarakat ke arah patriotisme, kebanggaan nasional, dan keterbukaan terhadap seluruh dunia.
Sejak zaman dahulu, kriteria seperti rasa hormat generasi muda terhadap negaranya, rasa cinta dan kesetiaan kepada Tanah Air telah menjadi pusat perhatian para ilmuwan dan pemikir. Mustahil untuk tidak mencatat pentingnya mendidik generasi muda tentang akar sejarah, warisan intelektual yang kaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang agung, seperti Ahmad Yassawi, Bahauddin Naqsyband, Abu Raykhan Beruni, Abu Nasr Farabi, Abu Ali Ibn Sina, Imam al-Bukhari, Imam Termizi, Amir Temur, Mirzo Ulugbek, Alisher Navoi, Zahiriddin Muhammad Babur dan lain-lain.
Tidak akan ada habisnya menghitung warisan spiritual dari Uzbekistan, tetapi yang utama adalah bahwa warisan spiritual itu dapat memperluas cakrawala manusia, memperkaya hidup mereka secara intelektual dan emosional, serta berfungsi sebagai sumber pengetahuan yang tidak ada habisnya. [Edithya Miranti]




















