10
Tonton Selengkapnya
34 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 18 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Penembakan Remaja Arab di Paris oleh Polisi Picu Krisis Nasional

Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan pembunuhan Nahel M. pada hari Selasa sebagai "tidak dapat dijelaskan" dan "tidak dapat dimaafkan".

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
1 July 2023
in Dunia
0
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan mobil yang terbakar di sela-sela demonstrasi di Nanterre, sebelah barat Paris. (AFP)

Firefighters work to put out a burning car on the sidelines of a demonstration in Nanterre, west of Paris, on June 27, 2023, after French police killed a teenager who refused to stop for a traffic check in the city. - The 17-year-old was in the Paris suburb early on June 27 when police shot him dead after he broke road rules and failed to stop, prosecutors said. The event has prompted expressions of shock and questions over the readiness of security forces to pull the trigger. (Photo by Zakaria ABDELKAFI / AFP)

Paris, Gontornews — Peluru itu bisa saja diarahkan ke ban untuk melumpuhkan kendaraan yang dikemudikan secara ilegal oleh seorang remaja Arab. Namun, peluru itu menembus dada remaja Arab yang berusia 17 tahun bernama Nahel M itu. Begitulah, Nahel tewas pada hari Selasa, ditembak mati oleh seorang perwira polisi Prancis yang berusaha membuatnya patuh.

Nahel, yang dihentikan oleh petugas karena mengendarai kendaraan tanpa SIM, tewas sekitar pukul 08:15 pada 27 Juni di dekat Lapangan Nelson Mandela di Nanterre, Hauts-de-Seine, di ibukota Prancis, Paris.

Ibunya, Mounia M., seorang profesional kesehatan, mengatakan bahwa dia mengucapkan selamat jalan kepada putranya pagi itu untuk pergi bekerja, sebagaimana hari-hari lainnya. “Kami pergi pada waktu yang sama,” katanya kepada media Prancis sebagaimana dirilis Arabnews.com.

Rekaman penembakan, yang telah diverifikasi oleh media termasuk Le Monde, menunjukkan dua petugas polisi berdiri di sisi pengemudi kendaraan, salah satunya mengarahkan senjatanya ke pengemudi.

BACA JUGA

BAZNAS Salurkan Paket Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir

Bersyukur atas Pembebasan WNI dan Aktivis Lain dari Penculikan Israel, HNW Apresiasi Kemlu RI dan Dorong Dunia Internasional Jatuhkan Sanksi kepada Israel

Melalui BAZNAS Masyarakat Indonesia Bangun Kampung Cahaya Zakat di Palestina

Tolak Keras Zionis yang Kembali Provokasi dan Serbu Masjid Al Aqsha, HNW: OKI dan Otoritas Palestina Wajib Bergerak Selamatkan Masjid Al Aqsha

Fasilitasi Penyaluran Kurban, ANGKASA Malaysia Apresiasi BAZNAS

Saat mobil tiba-tiba menepi, petugas melepaskan tembakan hingga mengenai dada pengemudi. Video tersebut, yang dengan cepat menjadi viral, membantah klaim polisi sebelumnya bahwa kendaraan tersebut menuju ke arah dua petugas dengan maksud untuk menabrak mereka.

Ketika rekaman itu menyebar pada hari Selasa, penduduk Nanterre dan daerah terdekat lainnya turun ke jalan untuk mengecam penembakan tersebut dan upaya polisi untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh otoritas Prancis pada Rabu pagi, 31 penangkapan dilakukan semalam dalam bentrokan antara polisi dan penduduk Nanterre, Asnieres, Colombes, Clichy-sous-Bois dan Mantes-la-Jolie.

Keesokan harinya, ketika dia berusaha menenangkan kerusuhan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan penembakan itu sebagai “tidak dapat dijelaskan” dan “tidak dapat dimaafkan”.

Berbicara dalam kunjungan ke Marseille, dia mengatakan bahwa ” tidak ada yang membenarkan kematian seorang anak muda,” ketika dia mengutip “emosi seluruh bangsa” dan mengungkapkan “rasa hormat dan kasih sayang” untuk keluarga Nahel.

Gerald Darmanin, menteri dalam negeri Prancis, menggambarkan rekaman penembakan itu sebagai “sangat mengejutkan” dan menyatakan keinginannya untuk segera menemukan “seluruh kebenaran tentang apa yang terjadi, dan menghormati Langkah-langkah hukum yang segera diambil secepat mungkin.”

Di Majelis Nasional, para anggota parlemen mengheningkan cipta selama satu menit sebagai penghormatan kepada Nahel.

Penembakan itu menghidupkan kembali perdebatan di Prancis tentang apakah petugas polisi harus dipersenjatai atau tidak. Undang-undang yang mengizinkan mereka membawa senjata api diadopsi pada Februari 2017 sebagai tanggapan atas penembakan empat petugas di Viry-Chatillon pada Oktober 2016.

Sejak saat itu, berdasarkan Pasal 435-1 dari Internal Security Code, petugas diizinkan untuk menggunakan senjata api “dalam kasus kebutuhan mutlak dan dengan cara yang sangat proporsional,” terutama dalam kasus penolakan untuk mematuhi ketika seorang pengemudi “kemungkinan akan melakukan … serangan terhadap kehidupan mereka atau pihak ketiga.”

Mengingat rekaman pembunuhan Nahel, para petugas yang terlibat telah dikritik karena tidak menanggapi insiden tersebut dengan “cara yang sangat proporsional”, dan menghadapi tuduhan penggunaan kekuatan yang berlebihan, budaya impunitas, dan bahkan rasisme.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran TV France 5, ibu Nahel, Mounia, menuduh petugas yang membunuh putranya menargetkan remaja tersebut karena rasnya, dan meminta polisi pembunuh anaknya untuk dihukum berat. Namun, dia tidak mengecam dinas kepolisian Prancis secara keseluruhan.

“Saya tidak menyalahkan polisi,” katanya. “Saya menyalahkan satu orang, orang yang mengambil nyawa anak saya. Dia tidak punya hak untuk membunuh putraku. Memukulnya atau mengeluarkannya, tapi tidak dengan peluru. Itu kesalahan satu orang, bukan sistem.”

“Dia melihat wajah seorang Arab, seorang anak laki-laki, dan dia ingin mengambil nyawanya. Saya berharap dia membayar rasa sakit anak saya, untuk hukuman yang sesuai dengan rasa sakit saya. Dia membunuh anakku. Dia membunuh saya,” tambahnya.

Dia memohon keadilan yang benar-benar tegas, bukan hukuman penjara enam bulan kemudian bebas.

Sejumlah figur publik, termasuk artis rap yang berbasis di Marseille Jul dan SCH, bereaksi atas kematian Nahel di media sosial. Pada hari Rabu, SCH men-tweet “dukungan penuh” untuk orang yang dicintai Nahel dan “lingkungan kita”.

Rohff, juga seorang rapper, men-tweet: “Ketiadaan lisensi atau penolakan untuk mematuhi seharusnya tidak mengizinkan petugas polisi yang tidak dalam bahaya melakukan pembunuhan di depan umum.”

Pada Rabu pagi, Kylian Mbappe, kapten tim sepak bola nasional Prancis, mengungkapkan kemarahannya, menggambarkan insiden tersebut sebagai “tidak dapat diterima.”

Dalam pesan yang diposting di Twitter, dia menulis: “Hati saya sakit untuk Prancis.” []

Tags: ArabNahelPolisi Prancis
Share7Tweet5Send
Previous Post

BPKH dan BAZNAS Salurkan Bantuan 4 Ekor Sapi di Aceh

Next Post

Uni Eropa Kecam Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result