Palembang, Gontornews — Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), mendorong terealisasinya kehidupan harmonis guna menghindari konflik berkepanjangan. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mengatakan setiap manusia bertanggung jawab atas kehidupan harmonis di antara perbedaan-perbedaan yang mereka miliki.
“Apabila tidak, maka tidak ada arah lain dari konflik antarperbedaan itu yang kemungkinan terus terjadi di antara manusia selain kehancuran bersama,” kata pria yang akrab disapa Gus Yahya.
Gus Yahya menuturkan, KH Abdurrahman Wahid pernah memberian nasihat bahwa tidak ada cara yang lebih baik untuk membantu Islam selain menolong kemanusian.
“Kalau hanya berpikr tentang Islam saja, dengan mengabaikan yang lain, apalagi dengan menganggap yang lain sebagai rintangan, maka Islam bukan akan mencapai kemaslahatan tetapi justru akan terbentur kepada konflik-konflik yang tidak berujung dan tidak memenangkan apa-apa,” katanya sebagaimana dilansir NU Online.
Karenanya, globalisasi, lanjut Gus Yahya, sebagai sebuah era telah menjadikan dunia sebagai arah perwujudan sebuah kampung raksasa. Di dalamnya, tidak ada satu orang atau kelompok yang bisa mengasingkan diri dari orang lain.
Semua orang, kata mantan juru bicara kepresidenan Gusdur, harus bersinggungan dengan siapa saja yang tinggal di bumi. “Dunia masyarakat global ini akan terus mengarah pada terwujudnya satu peradaban tunggal yang saling bercampur satu sama lain,” ucapnya.
“Dunia cenderung mengarah pada satu kampung besar dalam satu peradaban tunggal yang saling bercampur. Dalam keadaan demikian, sekali lagi, isu-isu tentang perbedaan ini krusial sekali,” imbuhnya saat berbicara daam agenda Sosialisasi R20 Menuju Konferensi Dialog Antar-Budaya dan Antar-Agama Tingkat ASEAN atau ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (ASEAN IIDC) 2023 di Hotel Shantika Premiere, Palembang. [Mohamad Deny Irawan]


















