Damaskus, Gontornews — Presiden Suriah Bashar al-Assad membantah pasukannya telah menggunakan senjata kimia ketika menyerang Kota Khan Sheikhoun awal April lalu.
Menurutnya, pasukan Suriah hanya menghantam pabrik kimia.
Dalam wawancara pertamanya sejak insiden 4 April yang memicu serangan rudal AS terhadap pasukan Suriah, Assad menegaskan pasukannya telah menyerahkan semua senjata kimia tiga tahun lalu.
Ia juga menegaskan, kekuatan militer Suriah tidak berkurang akibat serangan Amerika Serikat itu.
“Jelas, 100 persen bagi kami, itu pabrik,” kata Assad mengomentari insiden gas beracun yang menewaskan lebih dari 87 orang, termasuk anak-anak.
“Kesan kami, Barat, terutama Amerika Serikat, ada di pihak teroris. Mereka mengarang cerita agar punya dalih untuk melakukan serangan itu,” tambah Assad, yang telah berkuasa selama 17 tahun .
Para pemimpin Barat termasuk Presiden AS Donald Trump telah menuduh Assad berada di balik serangan dengan senjata kimia pekan lalu di Kota Khan Sheikhoun yang dikuasai pemberontak. [Rusdiono Mukri]



















