Bogor, Gontornews – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang, Bogor, Sabtu (25/5/2024), menggelar acara “Wisuda Tahfidz” bagi para siswa kelas 6 dan kelas 9 yang sudah menyelesaikan program hafalannya. Sebanyak 65 siswa, terdiri dari 29 siswa SMPIT dan 36 siswa SDIT, mengikuti acara yang berlangsung di Masjid Pendidikan Al Haris Insantama Leuwiliang. Mereka telah menyelesaikan hafalan Qur’an 1 juz sampai 10 juz.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ibnu Malik, SPd.I, salah seorang guru tahfidz SIT Insantama Leuwiliang. Penampilan grup marawis SMPIT Insantama Leuwiliang ikut memeriahkan acara sebelum pemanggilan nama-nama para wisudawan.
Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang Ir H Ahmad Soim menyebutkan, program “Hafalan Qur’an” (Tahfidz) merupakan salah satu upaya SIT Insantama Leuwiliang untuk membuat para siswa mencintai Al-Qur’an. Program lainnya yaitu program “Tahsin Al-Qur’an” dengan metode Qiroati.
Menurutnya, tidak gampang menanamkan program mencintai Al-Qur’an ini kepada para siswa. Banyak tantangannya. Apalagi dalam tiga tahun terakhir saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Saat pandemi, interaksi anak-anak dengan handphone (HP) sangat intensif karena pembelajaran dilakukan secara daring (online).
Kendati demikian program ini harus jalan karena hanya dengan mencintai Al-Qur’an perilaku anak-anak bisa terkontrol. “Anak-anak harus kita sibukkan dengan hafalan Qur’an agar mereka lupa dengan HP-nya,” ujar Ustadz Soim.
Karena itu, menurutnya, untuk menjadikan anak-anak ahli Qur’an diperlukan kerjasama dengan orangtua di rumah. “Di masa puber, hati anak-anak akan lebih tenteram dengan hafalan Qur’an. Apalagi jika Bapak dan Ibu ikut mendampingi hafalan di rumah,” lanjut alumni IPB University itu.
Sementara itu Rafael Bahira Arif, siswa kelas 9 SMPIT Insantama Leuwiliang yang memberikan testimoni mewakili rekan-rekannya, mengatakan bersemangat mengikuti program tahfidz karena ingin memberikan mahkota kepada orangtuanya di surga kelak.
“Menghafal Qur’an perlu perjuangan berat. Tapi harus dilakukan,” katanya. []


















