Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, melalui Program Kedaireka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tahun 2024, telah melaksanakan program pendampingan bagi industri rumah tangga dan usaha mikro di Ponorogo. Salah satu mitra binaan dalam program ini yaitu Krecek Krupuk “Bu Nor”, sebuah usaha mikro yang berlokasi di Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.
Kepada Gontornews.com, Assoc Prof Dr Ustadz Syamsuri SHI MSh menjelaskan bahwa Krecek Krupuk “Bu Nor” berdiri sejak tahun 2021. Usaha ini telah memproduksi kerupuk bawang khas Ponorogo dengan proses produksi manual, mulai dari pembuatan adonan, perebusan, pemotongan bahan setengah jadi, pengeringan, hingga pengemasan.
Usaha ini dikelola oleh Bu Nurjanah bersama dua orang pekerja. Meskipun telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal melalui jalur self-declare dengan ID 3511000889143082, Krecek Krupuk “Bu Nor” masih menghadapi berbagai kendala dalam operasional dan pengembangan usaha.
Rangkaian Pendampingan oleh Tim UNIDA Gontor
Program ini diketuai oleh Assoc Prof Dr Syamsuri SHI MSh dan didukung oleh 12 dosen tetap, tiga mahasiswa semester enam, serta dua mahasiswa semester empat. Pendampingan berlangsung sejak November hingga Desember 2024 dengan berbagai pelatihan dan bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha mitra binaan.
Beberapa pelatihan utama yang telah dilaksanakan meliputi: (1) Pelatihan Pembuatan SOP Usaha. Pelatihan ini membantu mitra menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terstruktur, guna memastikan proses produksi berjalan konsisten, efisien, dan sesuai standar kualitas.
(2) Pelatihan Manajemen Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM). Tim pendamping memberikan pengetahuan tentang pengelolaan operasional dan sumber daya manusia, yang diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme usaha serta memperbaiki alur kerja produksi.
(3) Pelatihan Pemilihan Bahan Baku Halal. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan standar halal value chain dalam memilih bahan baku, sehingga memastikan produk Krecek Krupuk “Bu Nor” semakin terjamin kehalalannya sekaligus dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Dukungan dan Testimoni Mitra
Sebagai bagian dari program, tim UNIDA Gontor juga memberikan dukungan berupa peralatan dan bahan usaha untuk menunjang kegiatan produksi. Bu Nurjanah, pemilik Krecek Krupuk “Bu Nor”, menyampaikan rasa syukurnya atas pendampingan yang telah diterima, “Kami dari mitra binaan satu Krecek Krupuk ‘Bu Nor’ mengucapkan banyak terima kasih kepada tim pendamping dari UNIDA Gontor yang telah membantu usaha kami.”
Alhamdulillah, sambungnya, ia diberi modal dalam bentuk alat dan bahan untuk usaha. Ia sangat terbantu atas apa saja yang telah diberikan. “In syaa Allah akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Banyak sekali ilmu yang diberikan melalui pelatihan-pelatihan yang kami ikuti. Kami merasa seperti kuliah gratis selama mengikuti pelatihan. Mendapat pengetahuan dari Ustadz dan Ustadzah serta relasi dan teman baru,” ujar Bu Nurjanah.
Komitmen Program Kedaireka
Program Kedaireka ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui sinergi antara dunia akademis dan pelaku usaha, UNIDA Gontor berharap dapat terus mendukung pelestarian industri lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. [Edithya Miranti]




















