Tangerang, Gontornews – Suasana Indomilk Indoor Stadium, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (16/9/2025) pagi begitu meriah. Ribuan santri dari berbagai penjuru negeri dan mancanegara memadati arena. Dengan pakaian seragam pencak silat, mereka berdiri tegak, penuh semangat, seakan ingin menegaskan: inilah wajah baru generasi Islam yang kuat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.
Hari itu menjadi catatan sejarah. Untuk pertama kalinya di dunia, digelar International Moslem Pencak Silat Championship (IMPSC) 2025. Ajang ini terselenggara dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG)—sebuah pesantren yang sejak awal berdirinya memang erat kaitannya dengan pencak silat.
Dihadiri Tokoh Bangsa dan Ulama
Peresmian IMPSC 2025 dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, baik dari kalangan ulama maupun pejabat nasional. Hadir antara lain KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PMDG; Dr KH Hidayat Nur Wahid MA, Ketua Badan Wakaf Gontor sekaligus Wakil Ketua MPR RI; Prof Dr KH Husnan Bey Fananie, mantan Dubes RI di Azerbaijan; KH Noor Syahid, Ketua Umum PP IKPM Gontor, Ketua Umum PB IPSI; Wakil Ketua PB IPSI; Bupati Tangerang, serta para kiai Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap ajang yang memadukan nilai olahraga, budaya, dan pendidikan Islam ini.
Rekor Baru: 3.500 Peserta 500 Pelatih/Official dan 10 Negara
Jumlah peserta mencapai 4000 orang dari 10 negara. Ini bukan hanya angka, melainkan rekor tersendiri dalam sejarah pencak silat di Indonesia. Belum pernah ada kejuaraan silat di tanah air yang menghadirkan peserta sebanyak ini.
Kehadiran ribuan peserta sekaligus menunjukkan daya tarik pencak silat sebagai warisan budaya Nusantara. Lebih jauh, ia juga membuktikan bahwa santri kini tampil sebagai garda depan pelestari budaya bangsa.
Jejak Silat di Gontor
Sejarah mencatat, sejak berdirinya, Pondok Modern Darussalam Gontor 1926 telah menempatkan pencak silat sebagai bagian integral dari pendidikan santri. KH Sahal muda, salah satu Trimurti Pendiri PMDG, dikenal piawai dalam bela diri ini. Bahkan beberapa jurus di perguruan silat ternama seperti SH Terate dan Winongo, diyakini lahir dari gerakan beliau.
Lebih dari itu, KH Sahal juga menguasai seni akrobatik. Keterampilan ini sering ditunjukkannya di hadapan anak-anak kampung untuk menarik mereka mau belajar di Madrasah Tarbiyatul Athfal—cikal bakal Gontor yang kini mendunia.
Maka, silat di Gontor bukan sekadar olahraga. Ia pintu pendidikan, sarana pembentukan karakter, sekaligus wahana pelestarian budaya Nusantara yang kini telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.
Menyatukan dan Menguatkan
IMPSC 2025 tidak hanya memperebutkan medali dan piala. Lebih dari itu, ia menjadi ajang pertemuan, persatuan, dan penguatan jejaring lembaga pendidikan Islam di tingkat internasional.
Dari sisi sosial-ekonomi, penyelenggaraan ajang ini juga membawa dampak positif. Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah mendapat manfaat langsung melalui peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan geliat ekonomi masyarakat sekitar.
Santri, Kader Indonesia Emas 2045
Mayoritas peserta IMPSC 2025 santri berusia 15–30 tahun. Mereka merupakan generasi muda Islam yang kelak, 15–20 tahun mendatang, akan berada di posisi strategis, tepat ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun (Indonesia Emas 2045).
Melalui kompetisi ini, para santri ditempa dengan nilai-nilai sportivitas, integritas, solidaritas, dan loyalitas. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk mereka sebagai pemimpin masa depan yang sehat jasmani, kuat mental, dan luhur akhlaknya.
Al-Qur’an memberi peringatan: “Hendaklah mereka takut meninggalkan generasi lemah di belakang mereka…” (QS An-Nisa: 9).
Ayat ini seakan menjadi doa agar generasi IMPSC 2025 tumbuh sebagai generasi kuat yang menjaga agama, bangsa, dan peradaban.
Apresiasi dan Doa
Kerja keras panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) mendapat apresiasi tinggi. Dengan penuh dedikasi, mereka mewujudkan ajang internasional yang bukan hanya prestisius, tetapi juga bermakna bagi umat dan bangsa.
Semoga IMPSC 2025 menjadi awal dari tradisi baru: melahirkan santri-santri tangguh yang siap menorehkan prestasi, menjaga budaya, dan memimpin dunia. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. []
Hotel Sapta Tangerang: 17 September 2025



















