Depok, Gontornews – Enam belas santri yatim penerima Beasiswa Pendidikan dari Gerakan Ayo Peduli Sesama mengikuti Laskar Langit Leadership Camp 2025 yang digelar di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Depok, pada 31 Agustus hingga 3 September 2025. Mengusung tema “Mencetak Pemimpin Muda, Membangun Masa Depan Cerah”, kegiatan ini berhasil menghadirkan suasana pembelajaran yang holistik, memadukan aspek spiritual, edukatif, dan rekreatif.
Acara dibuka dengan tilawah ayat suci Al-Qur’an dari Najman Ali Haniah, salah satu santri yatim, sambutan dari Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, serta Pembina Gerakan Ayo Peduli Sesama. Doa bersama dan sesi foto menambah kehangatan momen pembukaan. “Kami ingin membentuk generasi yatim yang tidak hanya berilmu, tapi juga berjiwa pemimpin dan peduli terhadap sesama,” ujar Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Ustadz Nurjulizar dalam sambutannya.
Selama empat hari, para peserta mendapatkan bekal kepemimpinan dari berbagai narasumber: 1) Ustadz Chalifatu Syamsi dengan materi “Leadership Debate” yang melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, 2) Ustadz Nurjulizar SEI (Membentuk Mental Tangguh dalam Menghadapi Rintangan), 3) Ustadz Dr Awaluddin Faj MPd (Leadership Role Play) yang menekankan praktik nyata, 4) Ustadz Kresna Eka Raharja SThI MSos (membimbing peserta menyusun Vision Board untuk merancang masa depan), 5) Ustadz M Afif Iqbal yang mengajak peserta berkolaborasi dalam Tim Building Challenge, dan 6) Kak Tika, Ketua Manajemen PAY&DoIt, yang memberikan motivasi lewat sesi From Passengers to be Drivers.
M Farhan Hidayat, ketua Panitia Laskar Langit Leadership Camp, menyebutkan, selain materi, setiap malam peserta menuliskan jurnal refleksi untuk menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan Islami yang mereka dapatkan.
Tak hanya ruang kelas, peserta juga diajak belajar melalui aktivitas rekreatif seperti outbound, ice breaking, hingga kunjungan ke The Jungle Waterpark. Pendekatan experiential learning ini membuat nilai-nilai kepemimpinan lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan. “Seru sekali, saya jadi berani bicara di depan teman-teman,” ungkap Umar Saiful Muhyi salah satu peserta.
Menurut Farhan, kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan para donatur dan mitra, di antaranya Gerakan Ayo Peduli Sesama, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, PAY&DoIt, Bimbel Primago, Primago Consulting, Primago Studio, Primago Travel, CV Dirgantara Sejahtera Bersama, dan Rumah Hijabers. “Kolaborasi ini menunjukkan sinergi nyata berbagai elemen masyarakat untuk membina generasi yatim agar unggul dan berdaya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang dasar-dasar kepemimpinan Islami, tetapi juga keterampilan sosial, komunikasi, manajemen waktu, serta empati. Ikatan emosional antarpeserta pun terjalin erat selama empat hari kebersamaan.
“Kami berharap para peserta mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh untuk diterapkan di pesantren, keluarga, dan masyarakat. Leadership camp ini bukan sekadar rekreasi, melainkan langkah awal mencetak calon pemimpin muda yang berakhlak mulia dan siap berkontribusi positif bagi bangsa,” tutup Farhan. []




















