Jenewa, Gontornews — Penutup kepala, termasuk jilbab, diizinkan digunakan oleh pebola basket profesional setelah Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) membatalkan larangan penggunaan penutup kepala.
Dewan pusat organisasi tersebut menyetujui usulan itu pada hari Rabu (3/5) dan peraturan baru tersebut diratifikasi secara resmi pada kongres FIBA pada hari Kamis (4/5).
“Itu muncul dalam pertemuan dewan dan semua orang mendukung dilakukannya perubahan,” ujar CEO Bola Basket AS, Jim Tooley, kepada kantor berita AP sebelum pertemuan FIBA hari Kamis.
FIBA memulai proses merevisi peraturan tersebut pada bulan September 2014 dan pada bulan Februari tahun ini, Komite ini bertugas membuat proposal yang menguraikan bagaimana penutup kepala dapat dipakai dengan aman dalam pertandingan.
“Aturan baru ini muncul sebagai akibat dari fakta bahwa pakaian tradisional di beberapa negara – yang meminta kepala dan/atau keseluruhan badan tertutup – tidak sesuai dengan peraturan FIBA sebelumnya,” kata FIBA dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya FIBA melarang penggunaan penutup kepala karena dikhawatirkan bisa jatuh ketika pertandingan berlangsung dan berpotensi menimbulkan risiko bagi pemain.
Dengan peraturan baru, tutup kepala harus memenuhi kriteria tertentu agar diizinkan dalam kompetisi. Termasuk “tidak menutup wajah seluruhnya atau sebagian”, “tidak berbahaya bagi pemain yang memakainya atau pemain lainnya”, dan “bagian permukaannya tidak mengekstrusi”. [Rusdiono Mukri]


















