Ponorogo, Gontornews — Strategi promosi sekolah sangat dibutuhkan oleh para guru dalam upaya mendapatkan banyak siswa baru terutama untuk tahun ajaran baru. Semakin bagus promosi sekolah, akan semakin banyak siswa dan juga orang tua siswa yang akan datang ke sekolah yang kita promosikan tersebut.
Melihat momentum banyaknya problematika mengenai penerimaan murid baru, panitia FORBIS National Economic Summit & Expo 2026 dalam rangka peringatan 100 tahun Gontor menghadirkan narasumber konsultan pendidikan Islam di Indonesia, yang juga alumni Gontor. Mereka yaitu: Dr Awaluddin Faj MPd dan Nusa Dewa Harsoyo MA.
Kegiatan ini dihadiri 18 lembaga pendidikan di Ponorogo yang diwakili oleh para kepala sekolah, pimpinan lembaga, dan ketua yayasan.
Dr Awaluddin Faj mengatakan bahwa promosi sekolah merupakan langkah penting dalam mengenalkan institusi pendidikan kepada masyarakat dan calon siswa potensial. “Dalam dunia yang semakin kompetitif, promosi yang efektif menjadi kunci untuk mendapatkan siswa baru dan mempertahankan siswa yang sudah ada,” ujarnya.
Penulis buku “Cara Unik Promosi Sekolah” itu menyebutkan, promosi sekolah dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan citra sekolah serta menarik minat calon siswa.
“Promosi sekolah melibatkan strategi pemasaran yang kreatif dan komunikasi yang efektif untuk memperkenalkan keunggulan sekolah kepada khalayak luas,” ucap alumni Gontor itu.
Sementara itu Nusa Dewa Harsoyo MA menyampaikan bahwa branding sekolah merupakan proses menciptakan identitas yang kuat dan menarik dalam suatu institusi pendidikan. Hal ini berperan untuk menunjukkan perbedaan serta keunggulan dari sekolah.
Menurutnya, pada era kompetisi yang semakin ketat, setiap sekolah berlomba untuk memiliki citra yang jelas dan positif di mata siswa, orang tua, dan masyarakat. “Ketika sekolah memiliki citra visual yang kuat dan positif, maka hal itu yang akan terekam dan terdengar familiar di telinga orang-orang sekitarnya,” ujarnya.
Ia menuturkan, mewujudkan branding sekolah dapat dengan berbagai cara. Salah satunya dengan word of mouth, yaitu penyampaian informasi secara lisan, dari mulut ke mulut.
“Dengan metode ini secara tidak langsung informasi verbal serta testimoni jauh lebih meyakinkan dan mendorong pada misi pengenalan suatu nama Sekolah,” kata dosen UNIDA Gontor itu. []




















