Nagekeo, Gontornews — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Guncangan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah dan mempengaruhi aktivitas masyarakat. Setelah gempa berlalu, warga perlahan menata kembali keseharian sambil memenuhi kebutuhan yang muncul dalam proses pemulihan.
Senin (24/8/2026), Human Initiative mengoperasikan tiga pos untuk mendukung kegiatan respons kemanusiaan di NTT. Dua pos respons berada di Ruteng dan Ende, sedangkan 1 pos aju berada di Mbay, Nagekeo. Pos ini menjadi salah satu titik kerja untuk membantu pengelolaan kebutuhan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Dari pos tersebut, tim melakukan pengadaan barang kebutuhan darurat, mengelola dan menyimpan logistik, serta menyiapkan bantuan sebelum menyalurkannya sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, lokasi pos yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat membantu tim menjalankan proses tersebut dengan lebih tertata.
Kepada Gontornews.com Atin, Humas PKPU Human Initiative menginfokan bahwa masuk pekan kedua pascagempa, rasa cemas masih terasa bagi puluhan ribu saudara kita di Flores, NTT, yang belum bisa kembali ke rumah mereka. Gempa susulan yang sesekali terjadi membuat tenda pengungsian masih menjadi tempat paling aman untuk bertahan.
Tantangan di lapangan kini bergeser ke pemenuhan kebutuhan harian dan menjaga kesehatan pengungsi agar tidak mudah jatuh sakit. Di tengah keterbatasan, kehadiran kita bersama bisa menjadi penguat nyata bagi mereka.
Rencana aksi ke depan ialah operasional posko dengan mengoptimalkan pos utama (Ende-Ruteng) dan pos aju untuk logistik kilat, distribusi bantuan dengan mengirim 200 bedding kits, 200 sembako ke Nagekeo dan Mbay, serta suplai dapur umum, pendataan, dan melengkapi fasilitas posko lewat perluasan internet Starlink juga sarana sanitasi air bersih (WASH).
Semoga seluruh rangkaian aksi para relawan bisa membantu jalannya evakuasi bagi para korban terdampak gempa bumi di NTT. [Edithya Miranti]





















