Depok, Gontornews — Salah satu capaian paling menggembirakan sepanjang Tahun Ajaran 2025–2026 bagi Pesantren Madinatul Qur’an, Depok, yaitu keberhasilan tujuh santrinya mengkhatamkan hafalan al-Qur’an 30 juz. Ketujuh santri tersebut berasal dari jenjang kelas IX, XI, dan XII.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa proses pembinaan tahfizh yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan mampu mengantarkan santri hingga menyelesaikan hafalan al-Qur’an secara utuh. Berlokasi di Jalan Al-Hidayah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan CIlodong, Kota Depok, Jawa Barat, selain khatam 30 juz, capaian juga diraih dalam program Tasmi’ Bil Ghaib.
Tercatat sembilan santri berhasil menyelesaikan Tasmi’ 5 juz Bil Ghaib, dua santri menyelesaikan Tasmi’ 15 juz Bil Ghaib, dan satu santri berhasil menyelesaikan Tasmi’ 30 juz Bil Ghaib.
Santri yang berhasil menuntaskan Tasmi’ 30 juz Bil Ghaib tersebut adalah Musthofa Haidar, santri kelas XII.
Tasmi’ 30 Juz Bil Ghaib
Capaian Musthofa Haidar menjadi salah satu momentum istimewa dalam perjalanan tahfizh Madinatul Qur’an Depok. Pada Kamis (20/8/2026) ia berhasil menyelesaikan Tasmi’ 30 juz Bil Ghaib, sebuah tahapan tertinggi dalam rangkaian program Tasmi’ pada Halaqah Takmily.
Tasmi’ tersebut dimulai selepas shalat Subuh dan berlangsung hingga menjelang Maghrib. Selama proses berlangsung, hafalan Musthofa Haidar disimak oleh para asatidz dan santri Halaqah Takmily.
Setelah menyelesaikan rangkaian tasmi’, kegiatan dilanjutkan dengan setoran terakhir kepada Mudir Tahfizh, KH Dr Rachmat Murado Sugiarto Lc MA (Al-Hafizh), mulai dari Surah Ad-Dhuha hingga Surah An-Naas.
Momen tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri pengasuh pesantren KH Ghufron Hasan, wali santri Musthofa Haidar, para asatidz, musyrif, serta seluruh santri Pesantren Madinatul Qur’an.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan Syahadah Tasmi’ 30 Juz Bil Ghaib oleh KH Dr Rachmat Murado Sugiarto kepada Musthofa Haidar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya menyelesaikan tahapan tersebut.
“Alhamdulillah, ini merupakan kebahagiaan bagi kami di LPMT. Ananda Musthofa Haidar telah berhasil mentasmi’kan hafalannya sebanyak 30 juz,” terang Rizki Ahmadian SPd, Wakil Ketua Lembaga Penjamin Mutu Tahsin dan Tahfizh (LPMT) di bawah Unit Kepesantrenan Putra Madinatul Qur’an Depok.
Kami mengetahui, lanjutnya, bagaimana perjuangan ananda sejak SMP dalam menghafal al-Qur’an dengan serius, penuh kesungguhan, dan konsistensi. “Sehingga hafalannya menjadi mutqin dan lancar 30 juz,” ungkap Ustadz Rizqi dikutip madinatulqurandepok.com.
Awal untuk Istiqamah
Keberhasilan menyelesaikan hafalan dan Tasmi’ 30 juz bukanlah akhir dari perjalanan seorang penghafal al-Qur’an. Justru, setelah hafalan selesai, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, KH Dr Rachmat Murado Sugiarto berharap Musthofa Haidar dapat terus istiqamah dalam melakukan murajaah dan menjaga hafalannya.
Ia juga berharap ilmu al-Qur’an yang telah diperoleh tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
“Semoga ananda Musthofa Haidar terus istiqamah dalam murajaah dan dapat memberikan ilmu serta menebarkan manfaat kepada orang lain dengan washilah al-Qur’an,” harapnya.
Deretan capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar Madinatul Qur’an Depok. Lebih dari sekadar angka dan jumlah juz, prestasi para santri merupakan gambaran dari proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, kesabaran, bimbingan, serta doa.
Dari halaqah-halaqah al-Qur’an, dari lembar demi lembar ayat yang dihafalkan, dan dari murajaah yang dilakukan berulang-ulang, lahirlah para santri yang diharapkan tidak hanya menjadi hafizh al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan serta menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi umat. [Edithya Miranti]






















