pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 14 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Uncategorised

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
30 August 2026
in Uncategorised
0
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Foto: berbuatbaik.id

Landasan Teologis

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS At-Taubah: 128)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Kunci Sukses dalam Hidup

Wisuda Khatmil Qur’an dan Pengajian Akbar TPA Binaan UNIDA Gontor Ar-Raudhah Desa Beton Siman Ponorogo

TASREH: Tajammu’ dan Sarasehan Bersama IKPM Cabang Bogor

Anies Bertemu Sekjen Liga Muslim Dunia

BAZNAS Resmikan Program Bedah Mushola di Teluknaga Banten

Tafsir As-Sa’di menyebutkan, dalam ayat ini Allah mengabarkan Nabi Muhammad SAW sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagi umat manusia. Beliau sangat menginginkan agar umat manusia memperoleh petunjuk menuju keimanan. Sebaliknya, beliau membenci keburukan menimpa umat manusia dan mengerahkan segala upaya untuk menjauhkan manusia darinya.

Terhadap orang-orang Mukmin, beliau sangat penyantun lagi penyayang. Maksudnya, beliau memiliki kasih sayang dan kelembutan yang sangat besar kepada mereka. Oleh karena itu, hak beliau harus didahulukan di atas seluruh hak makhluk lainnya. Umat Islam wajib beriman kepada beliau, mengagungkan beliau, membela dan menolong beliau, serta menghormati dan memuliakan beliau.

Tafsir Al-Baghawi menyebutkan makna ayat “Sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian”. Maksudnya, Nabi Muhammad SAW sangat menginginkan agar kalian beriman dan menjadi orang-orang yang shalih.

Qatadah berkata: “Beliau sangat menginginkan kebaikan bagi kalian; bahkan terhadap orang-orang di antara kalian yang tersesat, beliau menginginkan agar Allah memberikan petunjuk kepada mereka.”

Adapun makna “Terhadap orang-orang Mukmin, beliau sangat penyantun lagi penyayang”. Ada yang menjelaskan: “Beliau sangat penyantun kepada orang-orang yang taat dan sangat penyayang kepada orang-orang yang berdosa.”

Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan makna “Sangat menginginkan kebaikan bagi kalian”. Maksudnya, beliau sangat menginginkan agar kalian mendapatkan petunjuk serta memperoleh manfaat, baik manfaat dunia maupun manfaat akhirat. Ini menunjukkan kesempurnaan nasihat dan perhatian Rasulullah SAW terhadap umatnya. Beliau menjelaskan kepada mereka jalan-jalan kebaikan dan memperingatkan mereka dari jalan-jalan keburukan.

Perumpamaan dalam ayat ini menggambarkan Rasulullah SAW yang menunjukkan jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan yang lebih besar, sedangkan manusia berbeda dalam menyikapi petunjuk tersebut. Ada yang menerima dan mengikutinya, dan ada pula yang merasa cukup dengan kenikmatan sementara lalu enggan melanjutkan perjalanan menuju kebahagiaan akhirat.

Tafsir Al-Qurthubi menyebutkan, dalam ayat ini disebutkan “sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu”. Abu Ja‘far An-Nahhas berkata: “Maksudnya, beliau sangat tidak menginginkan kalian masuk neraka dan sangat menginginkan kalian masuk surga.”

Ada pula yang mengatakan: “Beliau sangat menginginkan agar kalian beriman.”

Al-Farra’ berkata: “Beliau sangat tidak menginginkan kalian masuk neraka.”

Perhatian Rasulullah SAW kepada umatnya begitu besar. Beliau menginginkan keselamatan umatnya dari neraka dan menginginkan agar umatnya memperoleh surga. Karena itu, janganlah kalian mengkhawatirkan kesulitan yang kalian alami selama kalian tetap berpegang teguh pada sunnah dan jalan yang beliau ajarkan. Sebab, Rasulullah SAW tidak rela kecuali umatnya memperoleh keselamatan dan masuk ke dalam surga.

Dalam Tafsir Ath-Thabari disebutkan tiga sifat Rasulullah SAW yang sangat kuat:

  1. Beliau sangat prihatin terhadap penderitaan umatnya.
  2. Beliau sangat menginginkan agar umatnya mendapatkan petunjuk dan kembali kepada kebenaran.
  3. Beliau lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada orang-orang beriman.

Dengan demikian, ayat ini menggambarkan kasih sayang, kepedulian, kelembutan, dan kesungguhan Rasulullah SAW dalam menyelamatkan manusia dari kesesatan menuju petunjuk.

Inti Reflektif

Surat At-Taubah ayat 128 mengajarkan kepada kita betapa besar kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Beliau merasakan beratnya penderitaan yang dialami umat, sangat menginginkan keselamatan dan kebaikan bagi mereka, serta senantiasa bersikap penuh kasih dan penyayang kepada orang-orang beriman.

Kasih sayang tersebut tidak hanya berupa perasaan, tetapi diwujudkan melalui kepedulian, kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan untuk membimbing umat menuju jalan yang diridhai Allah. Karena itu, meneladani Rasulullah SAW berarti menghadirkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari dengan peduli terhadap kesulitan orang lain, membantu tanpa pamrih, tidak mudah menghakimi, serta berusaha menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi sesama.

Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengucapkan cinta, tetapi dengan meneladani kasih sayang beliau dalam setiap perkataan, sikap, dan tindakan.

Nilai-nilai Pedagogis

Surat At-Taubah ayat 128 mengandung sejumlah nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Santun dan Penyayang. Ayat ini menggambarkan Rasulullah SAW sebagai sosok yang memiliki sifat ra’ūf (sangat penyantun) dan rahīm (penyayang). Dalam pendidikan, pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap dan akhlak.

Guru dan orang tua menjadi teladan peserta didik. Guru dan orang tua harus mendidik mereka dengan santun dan menyayangi agar mereka tumbuh menjadi anak yang lembut, santun dan berakhlak mulia kepada siapa pun.

Kedua, Nilai Kepedulian. Frasa ‘azīzun ‘alaihi mā ‘anittum menggambarkan bahwa kesulitan yang dialami umat sangat diperhatikan oleh Rasulullah SAW. Secara pedagogis, hal ini mengajarkan kepada pendidik untuk memahami kesulitan, kebutuhan, dan kondisi peserta didiknya.

Guru dan orang tua harus memahami kesulitan dan kebutuhan peserta didik serta memahami kondisinya. Sehingga peserta didik dapat menerapkan rasa kepeduliaan kepada orang lain dan bersabar dalam menghadapi situasi apa pun yang terjadi.

Ketiga, Nilai Tanggung Jawab dan Perhatian. Frasa harīṣun ‘alaikum berarti sangat menginginkan kebaikan bagi kalian. Pendidik idealnya memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap perkembangan intelektual, moral, spiritual, dan sosial peserta didik.

Guru dan orang tua berperan penting dan bertanggung jawab dalam perkembangan peserta didik, baik intelektual, moral, spiritual, maupun sosial. Anak yang tumbuh dengan perhatian, arahan yang baik, serta bimbingan akan menjadi anak yang bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh dalam segala hal.

Keempat, Nilai Pendidikan yang Berorientasi pada Kebaikan. Rasulullah tidak sekadar menyampaikan ajaran, tetapi menghendaki keselamatan dan kebaikan umatnya. Hal ini dapat menjadi prinsip bahwa tujuan pendidikan bukan hanya pencapaian akademik, melainkan juga pembentukan manusia yang beriman, berakhlak, dan memiliki kehidupan yang baik.

Guru dan orang tua menjadi teladan dan pembentuk kepribadian anak. Maka bimbinglah dan tanamkan akhlak yang mulia kepada peserta didik, bukan hanya sekadar menuntut untuk menguasai ilmu, tetapi memberikan hikmah dan pelajaran berharga dari ilmu yang kita berikan agar anak dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan Teoretis

Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Keteladanan beliau tidak hanya terlihat dalam ibadah, dakwah, dan kepemimpinan, tetapi juga dalam cara memperlakukan manusia dengan penuh kasih sayang, kelembutan, kesabaran, dan kepedulian.

QS At-Taubah ayat 128 diatas telah menggambarkan kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya yang perlu kita teladani. Beliau tidak menginginkan kesulitan bagi umatnya, tetapi senantiasa menghendaki kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan umatnya. Dalam ayat ini, kasih sayang Rasulullah SAW bukan sekadar perasaan, tetapi diwujudkan dalam kepedulian, bimbingan, pendidikan, perlindungan, dan usaha mengarahkan umat menuju kebaikan.

Kelembutan merupakan bagian penting dalam interaksi Rasulullah SAW dengan umat. Beliau tidak menjadikan kekerasan sebagai pendekatan utama dalam membimbing manusia.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan tampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan tampak jelek” (HR Muslim)

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ

“Barangsiapa tidak memiliki kelembutan, maka ia tidak mendapatkan kebaikan.” (HR Muslim)

Hadis di atas, memberikan landasan bahwa kelembutan bukan tanda kelemahan. Sebaliknya, kelembutan merupakan jalan menuju kebaikan.

Kasih sayang Rasulullah SAW tidak sama dengan membiarkan kesalahan. Kasih sayang justru mendorong seseorang untuk berbuat baik. Karena itu, kita sesama manusia boleh memberikan teguran, aturan, bahkan konsekuensi, tetapi harus dilakukan secara adil, proporsional, mendidik, dan tidak didorong oleh kebencian atau keinginan untuk mempermalukan seseorang.

Rasulullah SAW juga bersabda:

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ

“Sesungguhnya Allah Mahalembut dan mencintai kelembutan dalam setiap urusan.” (HR Bukhari No. 6024, Muslim No. 2165)

Rasulullah SAW mendidik manusia dengan ilmu yang benar, hati yang penuh kasih, keteladanan, kelembutan, dan kepedulian. Dengan demikian, meneladani kasih sayang Rasulullah SAW dalam pendidikan berarti menghadirkan pendidikan yang humanis, penuh empati, lembut tetapi tegas, memberikan ruang untuk memperbaiki kesalahan, serta berorientasi pada kebaikan dan perkembangan secara utuh.

Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَۖ ….

“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu…” (QS Ali ‘Imran: 159)

Bentuk Kasih Sayang Rasulullah SAW

Lalu bagaimana bentuk kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya? Pertama, meringankan syariat dan tidak memberatkan umatnya. Rasulullah SAW bersabda:

لَوْلاَ أنْ أشُقَّ عَلَى أُمَّتِي – أَوْ عَلَى النَّاسِ – لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku atau tidak memberatkan manusia, aku pasti memerintahkan mereka untuk bersiwak bersamaan dengan setiap kali shalat.” (HR Bukhari, No. 887 dan Muslim, No. 452]

Kedua, memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi yang menyakiti. Rasulullah SAW bersabda:

يقُولُ : « اللَّهمَّ اغْفِرْ لِقَوْمي فإِنَّهُمْ لا يعْلمُونَ

“Rasulullah SAW sembari berdoa: ‘Ya Allah ampunilah kaumku itu, sungguh mereka tidak mengerti’.” (HR Bukhari, No. 3477 & Muslim, No. 1792)

Ketiga, menjaga umat dari siksa neraka dan merasakan penderitaan umatnya. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang Mukmin.” (QS At-Taubah: 128)

Keempat, memberikan syafa’at kelak di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

لِكُلِّ نَبِيٍّ ‌دَعْوَةٌ ‌مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا

“Setiap nabi memiliki doa mustajab. Hanya saja, setiap nabi sudah menyegerakannya di dunia, sedangkan aku menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada hari Kiamat. Syafaat itu akan didapatkannya, insya Allah, oleh siapa saja dari umatku yang meninggal tanpa menyekutukan Allah dengan apa pun.” (HR Muslim)

Kelima, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Rasulullah SAW diutus ke dunia sebagai rahmat bagi seluruh alam, beliau menegakkan agama, meluruskan akhlak dan menegakkan keadilan di muka bumi dengan lemah lembut. Beliau terus berupaya membimbing manusia menuju jalan keselamatan.

Allah SWT berfirman:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

“Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya’: 107)

Cara Meneladani Rasulullah SAW

Bagaimana cara meneladani kasih sayang Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari? Pertama, bersikap lemah lembut. Rasulullah SAW bersabda:

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR Bukhari No. 6024 dan Muslim No. 2165)

Kedua, pemaaf dan mendoakan kebaikan kepada sesama. Allah SWT berfirman:

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

“Balasan suatu keburukan yaitu keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS Asy-Syu’ara: 40)

Ketiga, peduli kepada sesama. Allah SWT berfirman:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Baqarah: 195)

Keempat, menyebarkan salam dan kedamaian. Allah SWT berfirman:

وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَآ اَوْ رُدُّوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu.” (QS An-Nisa’: 86)

Kelima, memegang teguh ajarannya. Rasulullah SAW bersabda:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR Malik, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Nashr, dan Ibnu Hazm)

Kisah Teladan

Dalam kitab Asy-Syifa bi Ta’rifi Huquqil Musthafa karya Al-Qadhi ‘Iyadh, terdapat riwayat Imam Muslim di mana Rasulullah SAW membaca ayat-ayat Al-Qur’an tentang siksaan, salah satunya Surat Al-Maidah ayat 118 yang merupakan penggalan perkataan Nabi Isa AS yang berbunyi: “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS Al-Maidah: 118)

Sebab beliau menangis karena sangat mencintai dan mencemaskan keselamatan umatnya dari siksaan akhirat, sehingga menangis tersedu-sedu sepanjang malam sambil mengulang-ulang kalimat dan ayat tersebut.

Atas tangisan kasih sayang tersebut, Allah SWT kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan pesan bahwa Allah tidak akan mengecewakan Nabi SAW terkait nasib umatnya dan akan memberikan ridha-Nya.

Demikianlah kasih sayang Nabi SAW, tidak terbatas kepada menolong beberapa umatnya tapi Rasulullah SAW meminta jaminan untuk seluruh umatnya agar selamat dan mendapat ridha Allah.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ . اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Almasih Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang.” (HR Bukhari-Muslim) []

Tags: Maulid NabiTeladan RasulullahUswatun hasanah
Share42Tweet26Send
Previous Post

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Next Post

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

0
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

0
ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

0
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

13 October 2026
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

13 October 2026
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

13 October 2026
Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

13 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result