Yerusalem, Gontornews — Pekan depan, Israel diperkirakan akan menyetujui hampir 2.500 unit perumahan pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, setelah proyek diajukan pada sebuah pertemuan dewan perencanaan pada hari Jumat (2/6).
Sebagaimana dirilis Aljazeera, Peace Now, LSM Israel, mengatakan pada hari Jumat bahwa Administrasi Sipil Israel – badan militer yang mengatur Tepi Barat yang diduduki – dijadwalkan bertemu pada hari Selasa dan Rabu membahas 27 rencana terpisah untuk unit pemukiman di Tepi Barat.
Menurut laporan media lokal, sekitar 1.500 unit perumahan yang akan disetujui berada di blok pemukiman utama termasuk Maaleh Adumim dan Ariel, yang Israel inginkan dan harapkan dapat didaftarkan dalam kesepakatan perdamaian.
Salah satu item dalam agenda tersebut diduga akan membuka jalan bagi pembangunan 102 unit rumah di Amichai, pemukiman baru pertama yang secara resmi diciptakan oleh pemerintah dalam waktu 25 tahun.
Sisanya terletak di luar blok dan jauh di pelosok Tepi Barat, termasuk pemukiman Beit El, timur laut Ramallah, dan pemukiman Susiya di perbukitan Hebron Selatan.
Kesepakatan itu lahir berkat kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Israel dan wilayah Palestina yang diduduki.
Orang-orang Palestina dan mayoritas masyarakat internasional menilai permukiman sebagai hal yang tidak sah dan merupakan hambatan utama bagi solusi dua negara, karena permukiman itu dibangun di atas tanah yang diinginkan orang Palestina sebagai negara masa depan.
Ketika Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengunjungi Trump di Washington DC pada bulan Februari, Presiden AS secara terbuka mendesak Netanyahu untuk mengerem pembangunan permukiman untuk memperbaiki prospek kemungkinan perundingan damai antara Israel dan Palestina yang diperantarai AS.
Juni ini menandai 50 tahun sejak Israel menaklukkan dan menduduki Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam perang Juni 1967. Kemenangan Israel diikuti oleh penyebaran permukiman Yahudi di wilayah pendudukan.
Meskipun Israel secara sepihak mengundurkan diri dari Gaza pada tahun 2005, saat ini lebih dari setengah juta pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. [Rusdiono Mukri]




















