Serpong, Gontornews — Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama menggelar Review Buku PAI dan Bahasa Arab MTs dan MA. Dirjen Pendis Kamaruddin Amin mengingatkan, agar madrasah mampu merespon dinamika masyarakat dan menjadi solusi bangsa. Kalau tidak, justru madrasah bisa menjadi masalah bangsa.
โMadrasah harus merespon penetrasi radikalisme dan ekstremisme. Madrasah harus mengantisipasi potensi rasikalisme dan ekstremisme,โ kata Kamaruddin dalam keterangan pers di Serpong, beberapa waktu lalu.
Karena itu, kurikulum madrasah dan bahan ajarnya harus didesain dengan baik untuk menangkal dan merespon radikalisme dan ekstremisme.
โPenyusunan buku ajar harus melibatkan praktisi, akademisi dan ahli pendidikan untuk memastikan konten buku aktual dan sesuai taraf perkembangan peserta didik,โ ujarnya.
Review Buku Ajar PAI dan Bahasa Arab untuk jenjang MTS dan MA diselenggarakan di BSD Serpong, Banten, pada 17 โ 19 Juni 2017. Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Basnang Saโid dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 48 peserta, terdiri dari guru-guru terbaik ย dan beberapa akademisi perguruan tinggi.
โKita ingin mendapatkan masukan, saran, dan umpan balik dari pengguna buku selama ini, dan masukan dari para akademisi sesuai bidang keilmuan agar buku-buku madrasah lebih berkualitas,โ tuturnya.[Fathurroji]





















