Makassar, Gontornews — Wakil Gubenur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan saat ini, sudah saatnya mengembalikan kekuatan koperasi di Jawa Barat, pasalnya ia menilai karakteristik masyarakat Jawa Barat yang menjungjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong akan mampu menjadikan koperasi sebagai sarana untuk menumbuhkan perekonomian masyarakar secara bersama-sama.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat yang biasa disapa Demiz ini usai menerima penghargaan Penganugerahan Tanda Kehormatan “Satyalencana Pembangunan” oleh Presiden Joko Widodo dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke 70 di Lapang Karebosi, Kota Makassar, Rabu (12/07).
Penghargaan tersebut diberikan kepada Wagub Demiz karena dinilai berhasil membangun perekonomian masyarakat melalui kebijakan, pembinaan, dan kegiatan, terutama menumbuhkembangkan Koperasi dan UMKM secara umum di Jawa Barat, khususnya Koperasi Seniman dan Koperasi Konsumen Praja Sejahtera, serta koperasi pada anak-anak muda, sehingga meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 61/TK/Tahun 2017 tanggal 10 Juli 2017 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan “Satyalancana Pembangunan”
“Saya kira ini kita harus lebih baik lagi ke depan dengan penghargaan khususnya untuk Jabar, artinya kongres pertama di Tasikmalaya pada tahun 1947 bukan sesuatu yang kebetulan, itu sebuah pertanda di Jabar seharusnya tumbuh koperasi yang besar,” kata Demiz.
Bagaimana tidak, Jawa Barat memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) , Sumber Daya Alam (SDA) , dan memiliki satu-satunya Institute Koperasi di Indoneia, yakni IKOPIN.
“(Selanjutnya) kita mendorong tumbuh kembangnya koperasi di Jabar, karena sekarang banyak koperasi yang ditutup,” jelas dia.
Selain itu, ia menilai dengan menumbuhkan kembali gairah koperasi di Jabar, otomatis akan meningkatkan kekuatan ekonomi di daerah. Sehingga, jika pengembangan koperasi ini baik, maka akan berbanding lurus dengan perbaikan ekonomi masyarakat, atau bahkan nasional.
“Ini sebuah usaha yang baik milik bersama, artinya bukan buruh dan majikan, tapi maju bersama-sama, ini salah satu solusi, “imbuhnya.
Selain Demiz, Gubernur Jawa Barat dan Netty Prasetiyani Heryawan juga masing-masing dianugrahi penghargaan. Yakni, Penghargaan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai Tokoh Utama Penggerak Koperasi Tahun 2017.
Sedangkan Netty Prasetiyani mendapat Penghargaan Ketua Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat berupa Tanda Penghargaan atau Jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, yang telah berperan aktif dalam menyukseskan Pembinaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di wilayah kerjanya, sehingga dapat dijadikan contoh dan teladan kepada masyarakat lainnya.
“Alhamdulillah Ini sebuah Mukodimah, agar menjadi semangat untuk kita, Pertama dari awal sering mengatakan kita buat program bukan untuk sebuah penghargaan tapi untuk membangun masyarakat jawa barat dan meningkatkan perekonomian dan daya belinya. Ketika program kita dinilai bagus oleh berbagai pihak dan berbuah penghargaan itu alhamdulillah,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Ia mengaku, penghargaan akan berdampak positif bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa motivasi lebih tinggi untuk mendorong hadirnya koperasi di Jabar. Ia pun mengatakan, di Jabar pun sudah memiliki koperasi yang terbilang berhasil, dan layak untuk dicontoh dan diduplikasi oleh koperasi di Jabar.
“Ada koperasi simpan pinjam di pekalongan itu sudah Rp 7 triliun asetnya dan anggotanya 18 ribu orang. Mungkin ada perusahaan yang asetnya Rp 7 triliun, tapi dikuasai satu orang atau satu keluarga. Tentu dalam kontek pemeraaan lebih bagus. Karena dinikmati banyak orang, ini konsep ekonomi kerakyatan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Gubernur yang biasa disapa Aher ini.
Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong keberlangsungan operasional dan memperbanyak koperasi di Jabar sebagai soko guru perekonomian bangsa.[DJ]





















