Jakarta, Gontornews -– Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengungkapkan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit hingga Rp 9 Triliyun hingga memasukin Agustus 2017. Nila menyebut penyebab defisitnya BPJS karena 80% pesertanya sakit.
“Betul, BPJS Kesehatan selalu defisit dan tahun ini mencapai Rp 9 Triliyun karena semuanya kuratif dan menunjukan 80 persen peserta sakit,” kata Nila F Moeloek saat menghadiri diskusi Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Jambi, Kamis (10/9).
Sebagaimana dilansir Antara, Nila menyebut penyakit jantung dan gagal ginjal sebagai penyebab defisitnya anggaran BPJS. Untuk satu juta pasien penyakit jantung menghabiskan biaya hingga Rp 6,9 Triliyun, sedangkan 1 juta pasien gagal ginjal memerlukan biaya sekitar Rp 2,5 Triliyun.
Lebih lanjut, Menkes menilai bahwa 33 persen uang pendapatan BPJS Kesehatan digunakan untuk melayani penyakit tidak menular.
“Jadi penyakit tidak menular seperti itu meningkat sekali, sehingga sat ini kita harus mengubah perilaku untuk gerakan masyaraka sehat yang dimulai dari pendekatan keluarga,” imbuhnya.
Nila lantas mengatakan bahwa sejak diresmikan pada 2014, BPJS Kesehatan fokus pada pelayanan penyakit tidak menular dan meniadakan upaya dan pencanangan gerakan masyarakat sehat.
“Sebelumnya siapa yang mau menjaga kesehatan kita, karena dulu semuanya kuratif dan tidak preventif promotif untuk gerakan masyarakat sehat.”
“Ayo mari menggerakkan hidup sehat dengan pendekatan keluarga, jadi gerakan masyarakt hidup sehat ini yang harus diteruskan sehingga perubahan perilaku paradigma sehat terus ada,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]























