Istanbul, Gontornews – Pemerintah Turki mengecam serangan mematikan di pos perbatasan negara bagian Rakhine, Myanmar. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 89 orang tewas.
“Kami mengecam serangan tersebut dan menekankan bahwa masalah di negara bagian Rakhine tidak dapat diselesaikan melalui jalan kekerasan,” kata Menteri Luar Negeri Turki sebagaiman dilansir laman Yenisafak, Ahad (27/8).
Ironisnya, serangan tersebut terjadi bertepatan dengan penyerahan laporan Komisi Penasihat Rakhine, Koffi Annan, setebal 63 halaman kepada PBB. Dalam laporan tersebut, 1,2 juta warga Rohingya tidak mendapatkan ruang gerak dan kepastian status kewarganegaraan.
Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengkalim dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap serangan yang terjadi pada 30 pos penjaga perbatasan tersebut.
Seorang tentara, 10 polisi, seorang petugas imigrasi dan 77 gerilyawan tewas dalam serangan tersebut. Kantor Presiden Myanmar Aung San Suu Kyi menyebut pihaknya telah menahan 2 militan yang disinyalir terlibat dalam serangan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















