Athena, Gontornews — Seorang anak laki-laki Afghanistan berusia 10 tahun tewas karena berdesakan di atas sebuah kapal yang membawa setidaknya 66 orang dengan tujuan Pulau Lesbos, Yunani. Demikian menurut kantor berita ANA, Yunani.
Kepanikan terjadi pada hari Sabtu (25/11), ketika para pengungsi melihat sebuah kapal patroli dari badan perbatasan Eropa, Frontex, mendekati kapal kecil mereka, karena takut akan dikirim kembali ke Turki.
Kepada Aljazeera, penjaga pantai Yunani tersebut membenarkan usia anak itu namun tidak menjelaskan kewarganegaraannya.
Jurubicara penjaga pantai mengatakan sebuah kapal Frontex, yang melakukan operasi patroli rutin di sebelah timur pulau tersebut, mengidentifikasi kapal yang menuju pulau tersebut.
Anak laki-laki itu ditemukan tak sadarkan diri di dalam sampan dan kemudian dipindahkan ke rumah sakit Vostanio di Mytilene, ibukota Lesbos, di mana dia dinyatakan meninggal dunia.
Dia dilaporkan berada di kapal bersama orangtuanya dan dua adik perempuannya.
Ibunya mencoba melompat ke laut setelah mendengar kabar tentang kematian anaknya. Namun, dia diselamatkan oleh petugas penjaga pantai Yunani.
Pihak berwenang Yunani mengatakan, mereka telah membuka penyelidikan atas insiden dan penyebab kematian anak laki-laki itu.
Kematian anak laki-laki berusia 10 tahun itu terjadi sehari setelah badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 33 ribu orang tewas di lautan setelah mencoba mencapai Eropa sejak tahun 2000. Hal ini menjadikan Laut Tengah “tempat yang paling mematikan di dunia”. [Rusdiono Mukri]

















