New York, Gontornews — Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyebutkan, jumlah kasus kolera di Yaman telah mencapai satu juta orang. Ini merupakan tonggak sejarah baru wabah penyakit mematikan yang paling cepat berkembang dalam sejarah modern.
Setelah hampir tiga tahun perang antara koalisi pimpinan Saudi dan pemberontak Houthi, lebih dari 80 persen orang Yaman kekurangan akses terhadap makanan, bahan bakar, air bersih, dan perawatan kesehatan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, sampai akhir September, kolera telah membunuh lebih dari 2.200 orang di Yaman.
Meskipun kolera memiliki tingkat kematian 0,3 persen, namun karena kurangnya peralatan dan staf medis untuk menghadapi krisis tersebut membuat ribuan penderita lainnya berisiko meninggal.
Baik pemberontak maupun koalisi dituduh menghalangi akses ke fasilitas medis, dan memperparah krisis dengan mengepung daerah sipil atau membuat blokade.
PBB mengatakan, wabah tersebut telah mempengaruhi lebih dari 90 persen distrik dan 21 dari 22 provinsi di Yaman.
Penyakit ini menyebar melalui air dan makanan yang telah terkontaminasi limbah dari orang yang sudah memiliki penyakit ini, dan paling sering terjadi di tempat dengan fasilitas sanitasi dan limbah yang buruk. [Rusdiono Mukri]




















