Lombok, Gontornews — Kekurangan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terjadi di puluhan ribu sekolah. Berdasarkan data Kemenag disebutkan kekurangan guru PAI mencapai 21ribu. Terkait hal itu Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei mengatakan mulai tahun depan pihaknya akan merekrut guru PAI secara bertahap untuk menutup kekurangan guru PAI yang ada sekarang ini.
Dikatakannya, sejak lima tahun terakhir sekitar 1000 guru PAI telah pensiun. Demikian juga dalam jangka waktu 5 tahun ke depan akan banyak guru yang pensiun. “Ini menjadi problem kita karena belum ada pengangkatan guru PAI,” tutur Imam pada pembukaan Pengembangan Keprofesian Guru PAI pada jumat ini (29/12/2017) di Wisma Nusantara, Lombok seperti dilansir kemenag.go.id.
Lanjut ia mengatakan bahwa tahun depan, pihaknya berobsesi untuk mengangkat sekitar 5.000 hingga 10.000 guru PAI. Selain rekruitmen, lanjut Imam, Kemenag juga akan melakukan peningkatan kompetensi guru PAI. Karena, Kemenag ke depan akan terus melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru (PKG) PAI.
“Ini sekaligus menjadi pemetaan bagi Direktorat dalam peningkatan kualifikasi guru agama. Sebelum kita melakukan afirmasi yang tepat, kita lihat dari hasil PKG ini karena tuntutan guru agama sangat besar. Guru harus mampu menguasai kompetensi pedagogik, leadership dan IT,” ungkap Imam. Bukan hanya itu penguatan juga dilakukan untuk pengawas PAI. “Kita kekurangan pengawas hampir 6.000. Mudah-mudahan tahun 2018 kita bisa menutupi kekurangan tersebut,” terangnya. (Muhammad Khaerul Muttaqien)




















