Mekkah, Gontornews–Pemerintah Arab Saudi mulai meningkatkan pengawasan terhadap jamaah haji untuk menekan peziarah illegal selama musim haji tahun ini. Langkah ini menyusul ditemukannya beberapa kasus calon jamaah haji yang berangkat menggunakan kuota secara illegal.
Direktur Keamanan Publik Letnan Jenderal Othman Al-Muhrij menjelaskan, pihaknya mulai akan melaksanakan tugas pusat untuk meningkatkan pemeriksaan guna mencegah masuknya jamaah haji secara illegal ke Mekkah dan tempat-tempat suci lainnya.
Pengamanan akan diperketat dari tingkat provinsi dan daerah, bersama komandan Keamanan Publik. Pihaknya juga akan memberikan sangsi tegas terhadap perusahaan atau lembaga yang ikut andil dalam memperoleh visa haji secara illegal tersebut. Tindakan tersebut menuturnya tak bisa dibiarkan karena termasuk penipuan dan tindak kriminal.
Sikap tegas ini juga disampaikan Asisten Panglima Haji Pasukan Pengamanan Arab Saudi Mayjen Dr Saud Al-Khileiwi. Menurutnya, system keamanan disusun sedemikian rupa dengan pengerahakn pasukan khusus untuk keamanan Masjid Agung. Orang-orang yang ditugaskan disana juga dipilih dengan kemampuan yang memadai agar membantu kelancaran ibadah.
βKita akan mengerahkan petugas dan prajurit untuk semua lantai Masjidil Haram dan gerbang dan halaman,β tuturnya.
Al-Khileiwi mengatakan keamanan ruang pemantauan di Masjid Agung disediakan dengan teknologi terbaru termasuk kamera untuk memantau semua saluran, lantai dan halaman Masjidil Haram sepanjang waktu.
Tahun lalu, pihak berwenang telah memulangkan kembali lebih dari 160.000 jamaah dalam negeri, yang berusaha untuk memasuki Makkah dan tempat-tempat suci tanpa izin haji. Jika tahun ini pihak keamanan masih menemukan hal tersebut, pihaknya tak segan-segan akan menjatuhkan hukuman penjara, denda dan deportasi.
Prinsipnya bahwa otoritas keamanan Arab Saudi siap memobilisasi semua potensi untuk memberikan keamanan, pengawalan, pemantauan dan bimbingan untuk para peziarah di tempat-tempat suci Makkah dan Madinah. [Ahmad Muhajir]




















