Jakarta, Gontornews – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama delegasi agensi pekerjaan dan pemulihan PBB unutk pengungsi Palestina atau The United Nations Relief and Works Agency for Palestina Refugees in the Near East (UNRWA) sepakat untuk menggelontorkan donasi kemanusiaan bagi pengungsi Palestina.
“Kita segera menyiapkan jumlah, teknis dan bentuk bantuan dalam rapat pleno pimpinan BAZNAS,” ujar Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, usai bertemu Direktur Perencanaan UNRWA, Abdi Aynte, dan Deputi Direktur UNRWA Katherine Reyes, di Kantor BAZNAS, Jakarta, Rabu (21/2).
Senada dengan BAZNAS, Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania, Nico Adam, mengatakan UNRWA dan BAZNAS akan melaksanakan kegiatan bersama.
“UNRWA akan melaksanakan kampanye bertajuk ‘Dignity is Priceless’ di Indonesia sampai akhir Juni 2018. KBRI Amman melaporkan ke Menlu tentang pembentukan ‘IHA for Palestine Refugees’ seperti halnya ‘IHA for Rohingya Refugees’ dengan menunjuk seorang dubes sebagaimana Dubes Salman ditugaskan Menlu beberapa waktu lalu,” ujar Nico Adam.
“Lalu, Dubes RI untuk Yordania mengajukan nama untuk penunjukan UNRWA ambassador di Indonesia. Untuk mempermudah penyaluran bantuan dan sebagainya, Kemenlu RI juga membuka honorary councel di Gaza yang diajukan KBRI Amman,” paparnya.
Berdasarkan hasil rapat Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto bersama Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan BAZNAS dengan delegasi UNRWA, memutuskan membentuk IHA for Palestine Refugee. Kolaborasi BAZNAS-IHA-UNRWA menargetkan pendapatan 550 juta dolar AS dari bulan Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.
“Hasil pertemuan tersebut, dilaporkan ke Menteri Luar Negeri Ibu Retno LP Marsudi pada Selasa (20/2/2018), di mana UNRWA, Kedubes RI Yordania, Kemenlu RI, IHA dan BAZNAS, bersepakat melakukan kampanye pengumpulan dana untuk pengungsi Palestina,” kata Nico.
Di tempat yang sama, Direktur Perencanaan UNRWA, Abdi Aynte, memuji program-program kemanusiaan BAZNAS. “Kami mengapresiasi sepak terjang BAZNAS yang tampil terdepan sebagai institusi yang menggerakkan bantuan kemanusiaan di kancah regional dan global, seperti donasi untuk pengungsi Rohingya.”
“Kami berharap bisa menjalin kerjasama dengan lembaga ini untuk membantu pengungsi Palestina,” pungkas Abdi yang juga Ketua UNRWA Task Force Emergency Appeal 2018 ini.
Seperti diketahui, Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi memotong dana bantuan untuk Palestina sampai lebih dari setengah jumlah awal yang diberikan. Departemen Luar Negeri AS, Selasa (16/1), mengumumkan pembekuan dana sebesar 65 juta dolar AS (Rp 870 miliar), atau setengah dari jumlah dana yang digelontorkan negara itu ke Palestina. Meski demikian, AS akan tetap menyediakan dana sebesar 60 juta dolar AS (Rp 800 miliar) untuk UNRWA.
Di pihak lain, Pemerintah Israel juga dilaporkan tengah menggodok undang-undang yang akan memangkas bantuan untuk Palestina. Dilansir AFP via Arab News pada Ahad (18/2/2018), legislasi ini diciptakan oleh Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman. Dia memperkenalkan peraturan tersebut dalam pertemuan para menteri dan berharap Parlemen Israel segera mengesahkannya. [Mohamad Deny Irawan]


















